PILIHAN

Written By BAGUS herwindro on Mar 19, 2014 | March 19, 2014

Tak ada yang tak berkendala dan tentunya selalu ada opsi-opsi untuk mengatasinya. Penjualan memang harus digenjot agar bisa melebihi semua biaya yang harus dikeluarkan dengan mensinergikan semua sumber daya yang dimiliki di samping pertimbangan tentang strategi dalam menghadapi kompetitor. Semua itu tentunya melelahkan, menghabiskan banyak energi baik fisik maupun psikhis.

----------

Di sebuah sudut cafe dalam situasi dengan judul meeting, tiba-tiba mbrabak, ngrumangsani betapa jahil diri ini dalam menentukan pilihan-pilihan hidup. Untuk urusan uang saja energi fisik sampai terkuras, karena hati belum bisa sumeleh, sehingga psikhis dipenuhi berbagai kekhawatiran, kekecewaan, ketakutan dan tentu saja keterikatan serta kemelekatan terhadap uang. Pangeranku isih duit.

Bukan berarti kerja keras itu tidak boleh, menurut saya boleh dan harus, namun bagi saya pribadi kenyataannya semua kerja keras itu ya hanya demi uang itu sendiri. Kalau ada bagian diri saya yang membantah bahwa kerja keras saya adalah ibadah, maka dengan tegas saya katakan "preketek" omong kosong alias kaspo.

Kalau kerjaku adalah ibadahku, maka saat pikiran dan tubuhku bekerja mestinya hatiku tetap eling sama Gusti Allah sehingga bisa sumeleh, psikhis tidak terganggu dan tentunya bila demikian energi tubuh seakan disuplai secara terus menerus. Mestinya di sela-sela kerja keras atau bahkan bersamaan kerja keras itulah kesadaran ibadah selalu hadir. Kenyataannya bagai jauh panggang dari api. Saat tubuh fisik dan pikiranku bekerja, ternyata hati ini penuh keluhan, komplain terhadap situasi yang sedang berlangsung, ndak ingat blas sama Gusti Allah yang diingat terus malah bagaimana agar bisa punya duit banyak [
he... he... he...  buat bayar hutang dan sedikit bersenang-senang] dan akhirnya di akhir hari selalu kelelahan serta kehabisan energi. Setiap hari pula berkata, "GUSTI mohon ampunanMU malam ini aku lelah sekali hingga tak bisa lama menghadapmu". Itu tiap hari. Alibi.

Kalau aku beralasan lagi bahwa hasil kerja kerasku bisa untuk infaq dan shodaqoh, maka sekali lagi "preketek". Nanti kalau sudah dapat uang banyak kan bisa amal begini begitu ? He… he… he… "kalau" itu biasanya ndak bakalan terjadi, wong punya lebih sedikit saja ndak tergerak untuk diamalkan kok, apalagi kalau dapat lebihan banyak, pasti keluarnya untuk pemenuhan keinginan yang belum tercapai serta untuk menaikkan level kenyamanan diri dan biasanya akan begitu seterusnya. Kalau pun ada yang disedekahkan, biasanya ala kadarnya dengan harapan agar bisa kembali lebih banyak. Pamrih.

Pokoknya, pencapaiannya adalah uang, dikejar mati-matian meski tahu bahwa itu akan ditinggal, namun Gusti Allah yang sejatinya tempat berpulang nanti malah kuacuhkan.

Ini yang namanya gazwat keliwat-liwat, indikator derajad hati turun ke dimensi jazad/ragawi hingga hati hanya akan dipenuhi oleh katakutan akan penderitaan, rasa sakit dan kematian. Takut tak bisa menyenagkan anak istri, takut menatap masa depan dan tentunya takut menghadapi batas ajal. Hati sering dilanda galau meski lisannya bilang : aku rapopo.

Dulu punya apa, sekarang punya apa, apa itu sebuah kemajuan ? Iya kalau dari sudut materialisme.

Dulu apa sekarang apa, apa itu juga kemajuan ? Iya kalau dari sudut opera sabun.

Tiap hari hidup dalam pendiktean industri bahwa moderen itu gaya hidupnya harus begini-begini, bahagia itu harus punya ini itu, sukses itu harus meningkat dalam kepemilikan materi dan seterusnya.

Nyatanya aku belum berani untuk tak menjadi apa-apa dan untuk tak punya apa-apa. Berarti rugiku dobel, sugih yo ora sugih-sugih, dekat denganNYA pun tidak, trus arep dadi opo ? Oalah yoyo

Benda atau materi itu adalah kerak cahaya yang mestinya diabdikan pada cahaya, syukur kalau bisa melebur dalam cahaya itu sendiri.

Dan kudapati diriku masih pada derajad pengais kerak-kerak cahaya. Belum memilih yang sejati.

Mohon doanya nggih ... ?
Share this article :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment








IG
@bagusherwindro

Facebook
https://web.facebook.com/masden.bagus

Fanspage
https://web.facebook.com/BAGUSherwindro

Telegram
@BAGUSherwindro

TelegramChannel
@denBAGUSotre

Path
https://path.com/id/bagusherwindro

bca
No. 389 0454 088
a/n. R Bagus Herwindro SE

mandiri
No. 142 000 4584 099
a/n. R Bagus Herwindro SE

Follow by Email

 
Support : den BAGUS | BAGUS Otre | BAGUS Waelah
Copyright © 2013. den Bagus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger