Sebagaimana yang lainnya. Bukan apa-apa, juga bukan siapa-siapa..
Sekedar catatan ringan yang tak bermakna, dari diri yang masih terus mencari kesejatian yang hakiki. Bagai ulat yang ingin menjadi kupu-kupu, melalui kepompong pertapaan jiwa.
Noto awaké déwé, noto atiné déwé waé angél éram, kok arêp noto ndonya, kok arêp ngubah ndonya... pikir dulu !!! Cah aNgON.... Angon nêpsuku déwé, angon atiku déwé.... angél tênan !!! Opo manéh, nalikané nandhang wuyung, lagi gandrung, gandrung marang äpä wae sak liyané Gusti Kang Akaryä Jagad. Duh Gusti nyuwun pangapurä ....
Mung ngêlakoni kêrsané Gusti. Mung ngênténi ditimbali Gusti.
Jadilah manusia yang berani untuk melepaskan semua predikat yang disandang dan menjadi "hanya sekedar" manusia yang sejatinya memang hanyalah "sekedar hamba" di hadapan Tuhannya.
Tak usah macam-macam, ayo memBAIKkan diri kita masing-masing, selalu berbuat keBAIKan di semua hal, di segala tempat dan di setiap waktu.
PENYANGKALAN adalah ekpresi tercepat EGO dalam merespon kebenaran / kenyataan tentang dirinya yang kurang.
Bila ingin mendapatkan kiriman otomatis tulisan di blog ini, silahkan memasukkan alamat e-Mail Anda dan jangan lupa memeriksa e-Mail Anda untuk konfirmasi, monggo :
Delivered by FeedBurner
Peringatan haul ke-38 Hadhratus Syaikh Mustaqim bin Husein, haul ke-20 Nyai Hj. Sa’diyah binti H. Rois dan haul ke-3 Hadhratus Syaikh Abdul Jalil Mustaqim untuk tahun 2008 ini jatuh pada hari Minggu kemarin tanggal 13 Januari 2008.
kenapa pengalaman dengan Gus Dur off thercord ?kenapa gak diceritain aja biar kita-kita pada tahu
Sorry Kang, soalnya aku sendiri yang engga enak kalo nyeritain, kalo mo tahu pribadi aja via email.
malem mau tanya maqomnya syeh abdul qodir kediri ?kediri mana
Jl. dhoho tepatnya depan stasiun
Mas tolong pean kirim fotonya gus aladin .putra kyai jalil tulung agung
mas Bagus saya dikirimi pengalaman Gus Dur yg off record ya..Suwun
Dikirim ke mana Cak ?
hehe..ngampunten mas dikirim ke e-mail kulo : dhaniar_hendra@yahoo.com.suwun kang
pak denbagus,kula nggih nyuwun pengalaman gusdur off the record,email kula: rionapik@ymail.commaturnuwun ingkang kathah...
assalamu'alaikum........mas bgus leh tahu pngalaman gusdur yang off the record...sama klo bleh alamat tptx mbah sukri yg dtulungagung.....dkirim ke rusdirusdian@yahoo.commakasich mas bgus...... wassalau'alaikum........
Ass.Wr.WbMohon Informasi alamat lengkap Kyai Abdul Ghofur Mantenan Blitar, kebetulan rumah saya di blitar. jika diizinkan Alla sy mau silaturrahmi kepada Beliau.Terima KasihWass.Wr.WbKusuma
Mohon maaf, saya sendiri tepatnya tidak tahu, meski beberapa kali ke sana. Mungkin ada yang bisa bantu ?
Gus minta tolong dikirim foto Yai Mursyid Saladin ya...ini emailku:tagustanto4@gmail.com
Mohon Maaf Beliau tidak mengijinkan.
Jempol tenan.......semoga bermanfaat dunia akhirat blog ini... amin,
@kalisongoInggih matur nuwun rawuhipun, demikian juga Panjenengan dan kiprahnya menJAGA KALI dalam rangka ikut "memayu hayuning bawono".
Mas minta pengalamannya gusdur off the record tlg kirim via email di nanangsup78@yahoo.co.id ya thnkk yyy
Gus ngapunten... nyuwun certa gus dur offtherecord... yahyanurkholis@gmail.com
@AnonymousKok gak bisa ? Apa alamat emailnya sudah benar ?
Apakah mbah sukri masih hidup sampai sekarang? Kalau iya, dimana beliau kini tinggalnya? Saya juga sekalian mau minta ceritanya mbah takim sama gus dur itu.. Tolong dikirim ke nining_santosa@yahoo.co.idTerima kasih banyak:)
mis minta cerita gus dur of the record tolong kirim ke email saya ya azisfajri33@ymail.com
Semakin tinggi tumpukkan kekayaan kita, semakin serius tingkat kemiskinan kita. ...Sebab tanda bahwa seseorang itu miskin ialah apabila ia butuh. Tanda seseorang melarat adalah jika terbukti bahwa ia serakah. Tanda bahwa seseorang itu fakir, ialah jika ia terbukti bernafsu untuk merampok, memonopoli dan merebut apa saja yang bukan miliknya. Hanya orang kaya yang bisa kenyang oleh kesederhanaan, yang sanggup memberikan apa saja tanpa segan tanpa rasa eman." -ean-
"Matahari itu bikinan Tuhan, yang diperintah untuk mengantarkan cahaya. Juga manusia, made by Allah, diperintah untuk mengantarkan keindahan, membangun kebaikan, menegakkan kebenaran, menyebarkan kearifan, kedewasaan, kecerdasan, kedalaman, serta apapun yang sesungguhnya merupakan cahaya bagi jiwa manusia sendiri."
"Menjalani hidup hanya ada dua cara yaitu: Sabar dan Syukur. Kegagalan diolah dengan sikap yang sabar, sedangkan nikmat dikunyah dengan rasa bersyukur. Nilai Sabar dan Syukur memiliki banyak cabang yang luas jangkauannya. Bahkan pada sebuah cerita legenda pun dapat kita punguti remah-remah hikmahnya." -ean-
"Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah. Apa gunanya Kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?". -ean-
"Menangislah banyak2 utk Ibundamu. Dan jangan bikin satu kalipun Ibumu menangis karenamu Kecuali engkau punya keberanian untuk membuat Tuhan naik pitam kepada hidupmu. Kalau ibundamu menangis, para Malaikat menjelma jadi butiran2 air matanya. Dan cahaya yang memancar dari airmata ibunda membuat para malaikat itu silau dan marah kepadamu". -ean-
"Syariat adalah alam. Hakikat adalah realitas sosial. Thariqat merupakan semacam kata kerja dialektis yang berada diantara syariat dan hakikat serta sekaligus mentrandensi atau mengatasinya". –ean-
"Kejadian apa saja harus diolah untuk memacu kreativitas. Gembira ya kreatif, sedih ya kreatif. Bebas ya kreatif, kena fitnah ya kreatif, Kaya ya kreatif, miskin ya kreatif. Semua adalah rahmat Allah bagi saya. Tidak ada musibah, semua rezeki. Dengan syarat, kita menggali ilmu dari Allah untuk "mengkholifahi " nya. Maksud saya : Menggenggam tanah menjadi emas..." -ean-
"Makhluk yg bernama kesehatan atau kesembuhan telah diklaim dan dikapling sbg milik khusus dan hak khusus dan otoritas khusus para dokter,psikiater,dan dukun. Makhluk itu menjadi komoditi dunia profesional,sementara masyarakat tak punya posisi lain kecuali konsumen dari komoditi itu. Padahal produsen utama dari kesehat...an dan kesembuhan pada hakikatnya adalah orang yg digauli oleh suatu penyakit itu sendiri". -ean-
"Sepanjang hidup anda sungguh-sungguh, istiqamah, tidak ragu-ragu. Maka cukuplah. Yang penting hidup anda muthmainnah, ikhlas, tauhid kepada Allah bereslah. Jangan 'mudah-mudahan'. PASTI. Selama ini 'mudah-mudahan' kita salah posisikan. Kalau hidup anda seperti yg saya sebut tadi, bahasa manusianya, pasti Ridhollah yang anda dapat. Bahasa adabnya kepada Allah adalah InsyaAllah, Ridhollah yg anda dapat". -ean-
Mengapa uang mu kau hambur-hamburkan untuk wira-wiri pergi haji, padahal Nabi mensyariatkan hanya sekali sepanjang hidup bagi setiap Muslim, itupun kalau mampu ? Mengapa tidak kau pijamkan saja uang itu untuk modal usaha fakir miskin sehingga menjadi sesuatu yang berguna bagi orang banyak (al-Maun). Atau kau sedekahkan kepada anak Yatim. Karena kitalah yang butuh mereka. Bukan mereka yang butuh kita.
"Pokoké nang atimu cumak onok gusti Allah karo Rasululluah, wis dijamin uripmu bérés. Kenapa kita tdk bljr mencintai yg sejatinya mencintai kta, knp tdk bljr mencintai yg sejatinya bisa memberi syafaat pd kita ? Mulané ayo dho nyéléngi amal bêcik & nuntut ilmu sing têlatén. Sebab, pirä suwiné se nang ndonyä padahal akhirat panggonan sing sejati". [bang-bang wetan]
"Kita belum pernah sanggup membuktikan satu saja kata kebenaran di mulut kita sendiri dengan perbuatan nyata, kita sudah merasa menjadi pejuang yang paling pejuang. Kemudian seiring dengan itu kita menumpuk ilmu, terus memfestivalkan kata kebenaran di bibir dan kepalan tangan kita, sehingga kita punya utang sangat banyak kepada nilai kebenaran yang kita ucap-ucapkan". -ean-
"Betapa pentingnya mengubah diri sebelum mengubah dunia. Tuhan tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Kalau belum mampu mengubah diri sendiri, berarti belum berkewajiban mengubah yang di luar dirinya. Kalau mampu kita cuma mengubah sekeluarga, ya kira rem kerewelan terhadap skala sosial yang lebih luas". -ean-
"Tradisi kita adalah tradisi berlebihan, sehingga yang kita produksi adalah juga festival keberlebihan permanen. Curiga berlebihan, su'udzon berlebihan, melotot dan menuding berlebihan, nafsu pemilikan berlebihan, nafsu berkuasa berlebihan, hipokrisi berlebihan, dan kejam yang berlebihan". -ean-
"Puasa adalah metode untuk melemparkan manusia dari garis lebih ke garis kurang agar menemukan titik tengah. Puasa adalah disiplin yang menyerat manusia dari wilayah minimal agar ia mengerti khairul umuri ausatuha, sebaik-baik urusan ialah tengah-tengah. Kalau api terlalu kecil, nasi tak matang, kalau api terlalu besar nasimu gosong". -ean-
"Karena terlalu lama tidak merdeka, maka sekarang kita tidak begitu mengerti bagaimana mengerjakan kemerdekaan, serta tidak paham beda antara demokrasi dan anarki. Karena terlalu lama kita hidup dalam ketidakmenentuan nilai, maka sekarang semakin kabur pandangan kita atas nilai-nilai sehingga yang kita jadikan pedoman ...kebenaran adalah kemauan, nafsu dan kepentingan kita sendiri". -ean-
Hidup ini “bejana berhubungan“,secara ruang & waktu, jatah & keseimbangan merupakan tradisi penciptaan Tuhan. Sedetik kebaikan & sezarrah keburukan selalu memperoleh penyeimbang-Nya. Seorang yg dirugikan akan memperoleh ganti rugi. Seorang yg merugikan akan ’ditarik pajak’ oleh hukum kehidupan. -ean-
"Siapkan untuk kalah. Sebab kesiapan untuk menang sudah dikerjakan oleh Naluri, tak usah anda rancang. Amat susah untuk kalah. Menang itu gampang". -ean-
"Penduduk negeriku malas belajar sejarah,malas berpikir,tidak pernah merasa penting untuk mempelajari suatu persoalan melalui pertimbangan pemikiran yg seksama. Kalau ada buah busuk mereka beramai-ramai sibuk mengutuknya, membuangnya, menghina buah itu,tanpa sedikitpun ingat pada pohonnya,apalagi akarnya, terlebih lagi tanahnya, jangankan lagi pencipta tanah itu". -ean-
"Jangan remehkan orang-orang bodoh,karena orang-orang bodoh itulah yg menyimpan rahasia kepandaian Tuhan. Jangan remehkan rakyat kecil,karena rakyat kecil yg akan menghancurkanmu,tinggal soal waktu saja. Jangan remehkan segala yg kelihatannya gelap,karena dari kegelapan itulah Tuhan menciptakan sistem untuk menangkap hasil penglihatan melalui cahaya". -ean-
"Tuhan sanggup berbuat apa saja. Tuhan maha mampu membuat segala keajaiban. Tapi Ia mengajarkan logika kepada manusia. Nalar dan akal sehat. Rasional dalam berbagai lapisan kosmos. Dan itulah tanda utama kemanusiaan atau mahluk yang dijadikannya mandataris bagi pengelolaan alam semesta". -ean-
"Islami itu kata sifat dari islam, kalau islam itu harus orang yg beragama islam, kalau islami itu satu sifat dia boleh kristen, dia boleh tidak beragama tapi punya prilaku yg bersifat islam, maka disebut islami. Islami itu artinya mahluk Allah yg berlaku dijalan ketentuan qudrotullah. Tetapi anehnya yg terjadi saat ini yg disebut islami itu mesti orang islam". -ean-
"Yang bisa dibangun dgn Kebencian hanyalah Kehancuran, bukan Kesejahteraan. Yg bisa dibangun dgn Dendam hanyalah Kerusuhan, bukan Kebenaran. Yg bisa dibangun dgn Prasangka hanyalah Kekacauan, bukan Keadilan. Yg bisa dibangun dgn Kekejaman hanyalah Kekisruhan, bukan Kedamaian. Yg bisa dibangun dgn Kekerasan hanyalah Kemusnahan, bukan Kesatuan". -ean-
"Bisakah kita menumbuhkan kerendahan hati di balik kebanggaan-kebanggaan? masih tersediakah ruang di dalam kita dan di akal kita untuk sesekali berkata kepada diri sendiri, bahwa yang bersalah bukan hanya mereka, bahwa yang melakukan dosa bukan hanya ia, tapi juga kita". -ean-
"Manusia hendaknya tahu diri, belajar bertawadlu’ dan mencoba mengenali rahasia-rahasia firman-Nya, atau yang kalau memakai bahasa keduniaan manusia; mengenali retorika dan diplomasi-Nya. Jangan sekali-kali kita terjebak dalam kandungan dan membayangkan Allah memiliki kepentingan atas kehidupan dan segala pekerjaan kita". -ean-
"Kewajaran matahari adalah menerangi dengan adanya dan menggelapkan dengan tiadanya. kewajaran angin adalah menafasi dan melemparkan. Kewajaran air adalah meminumi dan menenggelamkan. Kewajaran manusia adalah kesetiaan berjuang memanage dan mengadilkan takaran cahaya matahari agar menyehatkan,takaran kendali angin agar ...menyamankan, takaran luas tanah agar menyeimbangkan, serta takaran nyala api agar mematangkan". -ean-
"Sembahyang itu mencangkul disawah, dengan jiwa raga yg ikhlas. Sembahyang itu memelihara kesuburan tanah,memetik buah dalam jumlah yang pas, sembahyang itu mempergaulkan cinta dan keadilan kepada sesama manusia, tetumbuhan, dan hewan. Sembahyang itu mencuci muka, sujud kepada Tuhan menyatakan cinta". -ean-
"Matahari adalah lambang Tuhan, sementara kita rakyat adalah bumi, dan rembulan adalah rasul,nabi,para wali,ulama,pemimpin-pemimpin kemanusiaan, pemerintah, pers, tata nilai kemasyarakatan dan kenegaraan, atau apapun yang mestinya mentransformasi cahaya rahmat Tuhan agar menjadi manfaat bagi kehidupan seluruh manusia". -ean-
"Ungkapan ‘la yamassuhu illal-muthahharun' tak sekedar berarti ‘yang belum wudhu jangan memegang quran’, melainkan lebih dari itu: engkau tak akan sanggup menyentuh hikmah quran, ilmunya, cahaya petunjuknya, sebelum engkau sucikan seluruh unsur kemanusiaanmu". -ean-
"Iblis pasti tahu bahwa Indonesia adalah negeri yang penduduknya paling dekat dengan Tuhan. Jumlah hajinya terbanyak diseluruh dunia, sangat rajin bikin pengajian massal, majelis ta’lim, istighosah, kursus sholat khusyuk, biro pengelolahan kalbu, tafsir-tafsir aplikatif dari surah dan ayat-ayat quosi emosi dan spirit". -ean-
"Muhammad...Kami tentu akan datang ke acara peringatan kelahiranmu di kampung kami masing2,namun pada saat itu nanti wajah kami tidaklah seceria seperti tatkala kami datang ke toko2 serba ada,ke bioskop,ke pasar malam,ke tempat2 rekreasi.Seperti juga kalau kami bersembahyang sujud kepada Allah,kebanyakan dari kami mela...kukannya karena kewajiban,tdk karena kebutuhan kerinduan, atau cinta yang meluap-luap". -ean-
"Kami masih bisa menjual iman dgn harga beberapa ribu rupiah. Kami bisa menggadaikan Islam seharga emblem nama dan segumpal kekuasaan. Kami bisa memperdagangkan nilai Tuhan seharga jabatan kecil yg masa berlakunya sangat sementara. Kami bisa memukul saudara kami sendiri,bisa menipu,meliciki,mencurangi,menindas, dan men...gisap, hanya untuk beberapa lembar uang. Padahal kami mengaku sebagai pengikutmu, Ya Muhammad" -ean-
"Guru dalam kebenaran adalah Musa, dalam hal cinta adalah Isa, dalam hal ketauhidan adalah Ibrahim, dan wajah yang memancarkan cinta adalah Yusuf, menyanyikannya dengan seruling adalah Daud, yang menghiasinya dengan permata adalah Sulaiman, yang mengawinkan kebenaran dengan cinta adalah Muhammad, perkawinan kebenaran dan cinta berada di perahu Nuh". -ean-
"Terkadang Tuhan meletakkan rahmat-Nya di tempat-tempat yg sama sekali tidak menarik bagi manusia. Terkadang Tuhan sembunyikan anugrah-Nya di balik momentum yg tak terduga oleh siapapun. Terkadang Tuhan melakukan penyelamatan, memberi rejeki, serta menjanjikan rahasia-rahasia, di belakang suatu kejadian yang seakan-akan bernama musibah atau kecelakaan". -ean-
"Syahwat adalah sesuatu yang sifatnya melampiaskan. Syahwat tidak melulu berhubungan dengan seks, seperti pengertian kita selama ini. Syahwat itu bermacam-macam, syahwat politik, syahwat ekonomi, syahwat budaya, dst...". -ean-
"Kita mengutuk perampok dgn cara mengincarnya utk kita rampok balik. Kita cerca maling dgn penuh kedengkian kenapa bukan kita yg maling. Kita caci penguasa dholim dgn bekerja keras utk bisa menggantikannya. Kita membenci para pembuat dosa besar dgn cara setan,yakni melarangnya utk insaf & bertobat. Kita menghujat para ...penindas dgn riang gembira sbgmn iblis,yakni kita halangi usahanya utk memperbaiki diri". -ean-
"Menangislah sebanyak-banyaknya utk ibumu. Dan jgn bikin satu kali pun ibumu menangis karenamu. Kecuali kita mempunyai keberanian utk membuat Tuhan naik pitam dlm hidup kita. Kalau ibumu menangis,para malaikat menjelma jadi butiran2 air matanya. Dan cahaya yg memancar dari air mata ibu membuat para malaikat silau & marah kepada kita". -ean-
"Agama adalah akhlak.Agama adalah perilaku.Agama adalah sikap. Semua agama tentu mengajarkan kesantunan,belas kasih & cinta kasih sesama.Bila kita cuma puasa,shalat,baca al-quran,pergi kebaktian,misa,dtg ke pura,menurut saya,kita blm layak disebut orang yg beragama. Tetapi, bila saat bersamaan kita tdk mencuri uang nega...ra,meyantuni fakir miskin,memberi makan anak2 terlantar,hidup bersih,maka itulah orang beragama." -ean-
"Jangan bergerak dengan sebuah kegagahan. Kegagahan itu sebuah jalan yang licin. Disebelahnya ada sungai yang bernama kehinaan, disebelahnya lagi terdapat belantara gelap yang berisi kebodohan. Maka bergeraklah dengan kerendahhatian". -ean-
"Syariat Haji tentu tetap utama, sebab haji, sholat, dsb.. itu input. Ibarat warung: sholat, puasa, haji itu dapur tempat memasak. Outputnya adalah makanan suguhan untuk pelanggannya, yakni aplikasi sosial melalui prilaku (keseharian, kultural, sosial, politik dan semuanya) pada hujjaj, para haji, alumnus mekkah al-mukarromah". -ean-
"Haji adalah tahap puncak dari proses penghayatan dan lelaku keberagamaan seseorang. Dari Kesaksian Syahadat, Air Hujan Sholat, Khamr Puasa, Susu Zakat. Haji adalah puncak tangis bahagia, puncak ilmu, puncak segala pencapaian jasmani dan rohani". -ean-
"Haji itu “air madu”, tetapi sayangnya jumlah haji juga tidak ada kaitannya dengan tingkat kebaikan sosial di masyarakat, semakin banyak haji, tidak semakin sehat keadaan masyarakat dan Negara". -ean-
"Kebudayaan manusia modern selalu menjelaskan dasi dlm konteks sopan santun, kepribadian kelas menengah,simbol gengsi,dsb. Itu semua benar2 abstrak. Bgmn mungkin kepribadian dikaitkan atau ditentukan oleh seutas tali yg diikatkan mengelilingi leher. Kepribadian itu masalah software,soal batin,mutu nilai yg ruhaniah sif...atnya.Kok dilawakkan melalui seutas dasi.Alangkah tidak bermutunya lawakan manusia modern". -ean-
"Mari kita bantu pemerintah Indonesia, dengan cara tidak terlalu mengharapkan apa-apa dari mereka. Kalau kita terlalu berharap, nanti kita gampang kecewa, mudah marah. Maka selama Indonesia belum mau kita bantu, mari kita ciptakan negeri kesabaran kita sendiri". -ean-
"Pengetahuan barulah tataran terendah dari persyaratan mutu dan aktualitas eksistensi mahluk yang bernama manusia. Tetapi ilmu pun belumlah langit yang tertinggi dalam kosmos ahsani taqwim. Sebab, ilmu pedang bisa merupakan awal mula dari tertikamnya dada seseorang. Oleh karena itu, diatas ilmu si penggenggam kebenaran...- ada langit lebih tinggi yang bernama hubb atau cinta". -ean-
"Apa sih makna dari berwudhu? Wudhu dimulai membersihkan mulut (supaya jujur), hidung (supaya tidak menjadi pemuka masyarakat yang menyebalkan), telinga (supaya mau mendengarkan), dan seluruh wajah (supaya menjaga integritasnya), tangan (supaya kinerjanya bagus), kakinya (supaya langkahnya tidak ngawur), dan sebagainya". -ean-
Tak semua ILMU menjadi LAKU, namun biasanya semua LAKU menjadi ILMU.
Seribu GURU, segudang BUKU, selangit ILMU, selaut TAHU dan sepadang HIKMAH, akan terSIA saat TAK menjadikan BENINGnya KALBU dan MULIAnya priLAKU.
RAHMAT Tuhan, semuanya pasti menerima, tetapi tak semuanya yang menjadikannya BERKAT. Namun sebaliknya, semua BERKAT adalah RAHMAT.
Segala HAL akan hadir bila ada SIAPnya keSADARan untuk menerimanya, hingga BAHAGIA akan terasa memBAHAGIAkan, hingga INDAH akan terlihat keINDAHannya dan hingga MISTERI pun akan terkuak RAHASIAnya.
KeSIBUKan menCARI BAHAGIA biasanya malah meLALAIkan DIRI dari BAHAGIA itu sendiri.
TENANG itu diam tak bereaksi saat direaksi, tak juga mereaksi. Tenang itu perasaan yang timbul dari yakinnya akhlak. Tenang itu menjernihkan akal, menyederhanakan pikiran dan mengendalikan perbuatan.
Apalah arti sebuah TEGURan betapa pun PAHITnya, kalau keRELAan menerimanya menjadi sebab LUHURnya DERAJAD. Sebaliknya, apalah arti sebuah pemBENARan kalau hanya memBUAT terLENA dan AROGAN yang menjadi sebab terSUNGKURnya DEARAJAD.
SiGARane nyoWO, GARWO. Sebuah makna untuk ikatan fungsional yang tak terbatas dan lebih luas dari persuami-istrian. Satu nyawa, sejiwa tak ada beda, meski wujud rupa tak sama. Suami-isteri, orang tua - anak, pemerintah-rakyat, ulama-ummat, guru-murid, pengusaha-buruh dan sebagainya dalam kesetaraan penghormatan, pengabdian dan pelayanan sekaligus juga pemuliaan.
Untuk TAHU perlu belAJAR, untuk BISA perlu LATIHan dan untuk PAHAM perlu meRASAkan.
JADI ORANG BAIK untuk diri sendiri, BAIK JADI ORANG untuk diri orang lain dan semoga ORANG JADI BAIK karena "ketularan".
Belajar, kenal dan paham tentang sebenar-benarnya Getaran RASA "ya" dan "tidak" di dalam diri sendiri, merupakan proses untuk menjadi dan tetap menjadi MANUSIA.
SEDANG dan AKAN menuju titik keseIMBANG. Yang mengambil akan diambil, yang memberi akan diberi, yang melayani akan dilayani, yang curang akan dicurangi, yang merendahkan akan direndahkan, begitu seterusnya dan begitu pula yang lainnya. Saat INI tak lain adalah rekapitulasi saat yang LALU, TUNAI atau KREDIT, CEPAT atau LAMBAT, KERAS atau LEMBUT, itu hanya masalah teknis. Yang jelas PASTI. Tak usah heran, berkacalah diri.
LARAS, seLARAS dan menyeLARASkan merupakan KUNCI keterHUBUNGan untuk SATU-menyatu.
TAUBAT, jalan terCEPAT untuk menDEKAT.
Bagi penggemarnya, SAMBAL meski PEDAS selalu terasa NIKMAT. Letak NIKMATnya adalah di keRELAan menerima PEDAS itu.
Karena dibelenggunya SETAN pada saat Ramadhan itulah, WAJAH SETAN yang sesungguhnya lebih tampak NYATA dalam REALITAS fisik yang kasat mata. Wajahnya seperti wajahku, NYATA.
Pada tataran sesama makhluk, ME itu LEBIH bila dibandingkan dengan DI. MEmuliakan itu lebih MULIA dari pada DImuliakan, MEnghormati itu lebih terHORMAT dari pada DIhormati, begitu seterusnya dan begitu juga lainnya. Maka, berPUASA itu seharusnya menjadikan manusia LEBIH mampu untuk MEnghormati manusia lain, BUKAN malah minta DIhormati karena sedang berPUASA. Muliakan bulan RAMADHAN dengan memuliakan kehidupan, bukan dengan menistakan kehidupan. Hormati bulan RAMADHAN dengan menghormati perbedaan, bukan dengan melecehkan ketaksamaan. Serap cahaya RAMADHAN dengan mengetuk kesadaran, bukan dengan mengutuk kelalaian.
Sebagaimana NIAT yang sejatinya bukan dari diri kita sendiri, demikian juga keSADARan. Maka, sungguh keSADARan tak pernah bisa dipaksakan, apalagi atas nama keBENARan. Sebab BENAR itu pun sesuatu yang RELATIF. Maka, yang PERTAMA dan UTAMA adalah menggugah keSADARan diri sendiri dulu untuk benar-benar BENAR, tanpa mencela keTIDAKSADARan orang lain. Sungguh, keSADARan itu memang harus digugah dengan MENGETUK dan bukan MENGUTUK.
NIAT atau "krênteging ati" selalu mengawali keBAIKan apa pun, baik vertikal [ritual peribadahan] atau pun horisontal [muamalah / kesalehan sosial]. Namun pernahkah sejenak saja mencari, kenapa / dari mana / dari siapa NIAT atau "krênteging ati" itu sampai bisa muncul di hati kita ? Sungguh, manusia tak layak mengAKUi keBAIKan itu adalah milik dan upayanya, apalagi bila disertai celaan bagi mereka yang diANGGAPnya belum BAIK seperti dirinya. Sungguh, keBAIKan itu semata ANUGERAH dariNYA.
Dikatakan AJAIB karena tak masuk AKAL, sebab akal dengan pikirannya selalu bersikap kritis. Maka mereka yang selalu "NGEYEL" dengan argumen akalnya, biasanya sangat JARANG mengALAMI keAJAIBan. Seperti AJAIBnya perTOLONGanNYA yang tiba-tiba saja DATANG saat PASRAH dan berSERAH, sebab saat PASRAH dan berSERAH, akal tidak lagi "ngeyel", memaksa dan ikut mengatur kehendakNYA.
AKAL memang terBATAS dan sering memBATASi ketakberhinggaanNYA, hingga sering takluk saat dihantam 'masalah'. Batasnya seperti jarak jauhnya mata memandang, membatasinya seperti 'hanya sekedar' membeli sebungkus permen di sebuah super mall.
DEWASA itu MATANG dan itu BUKAN hanya soal USIA. Dewasa itu keSANGGUPan untuk "ngêmong", menampung dan menerima apa pun yang dituang, sekaligus mengelolanya untuk berproses menjadi lebih, tambah dan semakin baik. KeDEWASAan ILMU sanggup menampung ketaktahuan maupun kesoktahuan menjadi tahu atau mengerti atau bahkan paham. Demikian juga berlaku untuk yang lain sesuai ASPEK keDEWASAannya.
NILAI JUAL. Karena memiliki nilai jual, seseorang sangat mungkin dimanipulasi jati dirinya menjadi sebuah identitas baru yang semu, dengan cara mengulang-ulang sanjungan, mengapresisai berlebihan dan mencarikan pengikut untuk identitas bernilai jualnya. Semoga DImampuKAN untuk selalu kembali ke 'jabang bayi' kita sendiri.
"BAIK", apa pun itu, dari mana pun itu, berupa apa pun itu, sesungguhnya merupakan NUR / Cahaya TUHAN. LAKU kita menyerapnyalah yang akan menjadikan NUR itu tetaplah NUR atau malah berubah menjadi NAR. Menyerap keBAIKan dengan LAKU meLEBURkan "aku" dalam AKUNYA akan menjaga NUR tetaplah NUR. Sebaliknya, menyerap keBAIKan dengan LAKU memperKUAT "aku" tanpa menautkan pada AKUNYA akan mengubah NUR menjadi NAR.
MemBENCI itu seSUNGGUHnya berARTI memBERI perHATIan. Pancaran peRASAn benci yang terus menerus akan mengalirkan energi yang terus menerus pula kepada sesuatu yang dibenci itu, yang akhirnya justru akan mematerialisasikan sesuatu yang dibenci itu menjadi wujud nyata dalam kehidupan dia yang membenci. ~ Ojo gêting, mundak nyanding. [jangan membenci/anti pati, nanti malah bersanding/berdampingan] ~
INTENSITAS perHATIan dengan disertai TIDAK BAIKnya peRASAan terhadap negatifitas tertentu, biasanya akan memperPARAH negatifitas tersebut atau membuatnya terULANG kembali dan bahkan meWUJUD menjadi negatifitas BARU pada diri pemerhatinya. ~ Ojo moyok, mundak nemplok. [jangan mencela/memperolok/membenci/mencaci/menggunjing/memaki, nanti malah terjadi pada diri sendiri] ~
Saat bahagia tak lagi berada dalam diri dan harus dicari di luar sana, saat singkatnya waktu tak juga disadari adanya, saat itulah seorang manusia sering mencari cara mempercepat waktu agar waktu tak terasa lama baginya dan agar bisa sesaat bergembira, namun biasanya dekat dengan sia-sia.
Meny(S)ERAH, titik awal DImenangKAN. Semoga.
Suara "perut" dan suara PERUT sering mengalahkan SUARA HATI, hingga manusia sering terlempat dari ORBITnya sendiri, seMAKIN ASING dengan dirinya sendiri dan akhirnya berTEMAN GALAU tiada henti.
Untuk sebuah SENYUM, tidak usah berPIKIR. SENYUM sajalah di hadapan-NYA, maka DIA pun akan terSENYUM di HATI kita dan LIAHTlah, akan banyak orang tersenyum pada kita, akan banyak situasi situasi menyambut dengan senyum pula dan semesta pun ikut tersenyum bahagia.
BerTANYA itu seHARUSnya TULUS dengan tidak menentukan jawabannya sendiri. Bila tak demikian, bukan jawaban yang diperoleh, tetapi malah pertanyaan baru yang lebih rumit.
SEDIH itu jeda dari merasa meMILIKi, KANGEN itu jeda dari merasa JAUH, RAGU itu jeda dari merasa YAKIN. Karena sesungguhnya tak pernah memiliki, tak pernah jauh dan tak pernah benar-benar yakin itulah JEDA ditampakkan agar segera SADAR diri.
ADAKAH yang perlu disesali atau dibenci atau dicaci atau didendami atau di-negatif-i lainnya, KALAU : setiap manusia memiliki keBEBASan untuk memilih jalan hidupnya masing-masing, NAMUN nyatanya, yang DIPILIH adalah SELALU dan PASTI apa yang telah diTAKDIRkan untuknya ???
Memegang sehelai daun yang "ringan" dengan tangan terangkat setinggi bahu secara terus menerus akan menjadikannya "berat". BERATnya bukan pada daun, namun karena mem(P)EGANGnya terlalu LAMA tanpa ada JEDA untuk sejenak meLEPASnya. Begitulah segala hal dalam keHIDUPan ini, harus ada JEDA untuk sejenak meLEPASkan agar tidak terasa BERAT, yaitu dengan sikap HATI yang PASRAH, berSERAH dan RELA pada pengATURanNYA.
MeMENANGkan perTARUNGan itu BIASA, yang LUAR BIASA adalah meMENANGkan LAWAN [bukan meMENANGKAN DIRI] TANPA berTARUNG yaitu saat LAWAN tidak lagi menjadi LAWAN, melainkan menjadi TEMAN, SAHABAT atau bahkan SAUDARA.
PengAKUan seorang "GURU" bahwa seseorang itu MURIDnya merupakan tombol ON koneksitas tanpa jeda jarak dan waktu untuk pengaliran CAHAYA Ilmu yang menDEWASAkan RUHANI sang Murid agar LEBUR meny(S)ATU dengan TUHANnya, selama sang Murid sendiri tidak mengOFFkan koneksinya. Cahaya Ilmu itu merupakan BIBIT, POHON sekaligus BUAH kehidupan sang Murid dalam keSEMENTARAAN waktu keMAKHLUKannya, maupun keKEKALan waktu dalam keKEKALan TUHANnya.
BerBUAT BAIK itu BERAT tetapi dapat kita LAKUkan. Yang LEBIH BERAT lagi adalah memBIASAkan berBUAT BAIK. Di situlah letak keMULIAannya, namun jangan lupakan NIAT di AWALnya. Yang juga BERAT adalah menJAGA NIAT di seTERUSnya setelah di AWALnya. BISMILLAH. Semoga DImampuKAN agar bisa melampaui, hingga yang BERAT terasa RINGAN.
MeLIHAT "peluang rejeki" tanpa keSADARan, biasanya yang muncul adalah keTAMAKan : takut tidak kebagian, merasa berhak memiliki dan sesal berkepanjangan saat tidak memperolehnya. Semoga selalu DIsadarKAN untuk meLURUSkan NIAT dan meSEMPURNAkan IKHTIAR tanpa disertai keTAMAKan. Semoga pula selalu diBERKAHi.
KeberADAan bukan faktor utama dalam berBAGI, namun yang utama adalah keSADARan. KeberADAan TANPA disertai keberLIMPAHan BIASAnya sulit berBAGI. Namun sebaliknya, keterBATASan yang disertai keberLIMPAHan BIASAnya selalu berusaha berBAGI. SEBAB, keberLIMPAHan bukanlah wujud materi namun lebih merupakan keSADARan hati.
Sekali pun, takkan pernah "sesuatu" itu menjadi tuhan yang menandingi TUHAN dalam hati kita. Namun, PANDANGAN atau GAGASAN atau POLA PIKIR kita tentang "sesuatu" itulah yang menjadikannya tuhan menandingi TUHAN dalam hati kita. Seberapa besar keTERGANTUNGan hati kita terhadap "sesuatu" itu, sebesar itu pulalah "sesuatu" itu menjadi tuhan dalam kehidupan kita. Mungkin besarnya malah melebihi yang sesungguhnya TUHAN. SEMOGA DImampuKAN untuk tak memiliki ketergantungan hati terhadap "sesuatu" apa pun SELAIN DIA.
BUKAN nikmat kalau TAK membuat dekat, BUKAN pula berkah kalau TAK membuat cinta merekah.
TAK bisa diperLAMBAT, TAK bisa pula diperCEPAT. PemBERIan TUHAN pasti PAS dalam segala dimensinya. Yang membuatnya terasa lambat adalah ketergesaan diri kita sendiri. Yang membuatnya terasa cepat adalah juga kemalasan diri kita sendiri. Seperti senangnya menemukan isi bingkisan setelah menikmati proses membuka lapisan-lapisan pembungkusnya, begitu pula pemBERIanNYA yang selalu dibungkus oleh lapisan-lapisan lakon yang harus dijalani agar ada upaya membuka bungkusnya dan menemukan keindahan saat sampai di isinya.
BENAR adalah BENAR. Hakikinya BENAR adalah ia sebagaimana adanya. Namun kala BENAR dilabeli oleh KU, maka biasanya merupakan awal dari KONFLIK dengan saling memperSALAHkan. BenarKU tanpa mau mengapresiasi benarKU-nya yang lain, apalagi tanpa keJUJURan dan keSUNGGUHan untuk BENAR itu sendiri, pasti jadinya perTENGKARan, perMUSUHan, pePERANGan, peNISTAan, perPISAHan dan seterusnya. NAMUN, kala SALAH dengan jujur dilabeli oleh KU, hingga salahKU bertemu dengan salahKU-nya yang lain, biasanya BENAR akan muncul dengan sendirinya, karena jadinya adalah perMAAFan, perDAMAIan, perSAHABATan, perSATUan, keMESRAan, keSETARAan dan seterusnya.
BIASAnya, TAKkan terKABUL doa dengan me-PAKSA dan TAKkan terWUJUD asa dengan me-PAKSA. HIDAYAH pun tak bisa di-PAKSA me-SADAR-kan seseorang. Manusia tak sekali pun punya hak untuk memaksa TUHAN. Ini yang sering terlupa. Me-RELA-kan dan me-SERAH-kan pilihan yang terbaik pada TUHAN, memPERLUAS SABAR dan memPERDALAM SYUKUR dalam ke-SUNGGUH-an UPAYA, BIASAnya pertanda kabulnya doa dan wujudnya asa dalam bentuk terBAIK menurutNYA meski tak sama persis dengan keinginan kita.
SERING seseorang begitu GIAT, SEMANGAT dan PERHATIAN terhadap sesuatu SEBAB ada NAMAnya di sesuatu itu. NAMA yang perlu pengAKUan dan yang sangat perlu untuk diAKUi.
ILMU kita sangat-sangat terBATAS dan pengeTAHUan kita TIDAK akan mungkin menJANGKAU semua variabel keHIDUPan, hingga yang kita anggap terbaik bagi diri kita belum tentu yang paling baik menurut ketentuan Gusti Allah, jadi JANGAN memBATASI KARUNIANYA. Maka mohonlah kepada Gusti Allah apa yang kita anggap paling baik bagi kita atau yang lebih baik dari itu menurut Gusti Allah.
KEJAR namun jangan mendahului, semua ada SAATnya. Tak bisa diperCEPAT, tak pula bisa bisa diperLAMBAT. Hanya apakah kita memperSIAPkannya atau tidak. TANPA perSIAPan, mustahil SAAT itu tiba.
Jalan menuju TUHAN selalu terBENTANG LEBAR di seTIAP WAKTU. Tak ada waktu terbaik kecuali SAAT INI untuk berbuat BAIK, sebab mengANGANkan keBAIKan di masa lalu tak lebih dari sebuah SESAL dan mengANGANkan keBAIKan di masa depan masihlah sebatas KHAYAL.
SAWANG SINAWANG kata orang Jawa. Di setiap koordinat tempat, ruang dan waktu SESEORANG yang terlihat nikmat/enak/lebih oleh orang yang lain, sejatinya ada banyak cobaan dan ujian yang menyertai di dalamnya bagi SESEORANG itu yang belum tentu kuat untuk diLAKONi bagai orang lain yang melihatnya.
MengUCAP nama TUHAN di perMULAan situasi, kondisi, aktivitas, ruang dan waktu, merupakan AWAL keBAIKan, AWAL keTAKberDAYAan, AWAL keberSERAHan dan sekaligus AWAL pemberDAYAan DIRI, sebab memperTAUTkan DIRI pada sumber yang sejati. BISMILLAH, besarkan hati lintasi segala situasi, kuatkan tekad menggapai rahmat, luaskan ilmu kaliskan semua halangan semu dan sulutlah bahagia untuk wujudnya asa.
Makhluq tak pernah TETAP pada suatu keadaan, pasti terBATAS dan diBATASi. BESARkan hati masing-masing, tetap OPTIMIS, IKUTi kata hati, terus berGULIR ke arah yang lebih BAIK beriring dengan keTEGASan menerima diri sendiri seutuhnya DAN TEMUkan keINDAHan pengATURAN-NYA.
Kalau ada SATU saja di antara SUATU hal atau SUATU keadaan yang menyebabkan keluhan, ketidaknyamanan, kepahitan dan sebagainya, PASTI bersama yang SATU itu masih banyak SUATU lain yang enak, nayaman, manis dan sebagainya. Jangan sampai yang SATU itu menutup nikmat lain yang lebih besar yang semestinya kita terima, sebab kita melupakan banyak SUATU lain yang harusnya disyukuri.
CINTA itu salah satu keSADARan SPIRITual. CINTA itu bukan materi, tidak pula energi, melainkan frekuensi yang selalu menyapa JIWA yang CERAH, hingga terSADARkan untuk meMULIAkan dengan penerimaan, pemaafan, penyaudaraan dan pelayanan serta penghormatan.
Salah satu pengejawantahan keSADARan adalah mengijinkan DIRI untuk selalu meRASAkan, meNIKMATi dan berSUNGGUH-SUNGGUH di setiap detil dari segala aktivitas keseharian dan itu biasanya akan melahirkan keRELAan, keberSERAHan, keBAHAGIAan dan tentu saja rasa SYUKUR yang dalam. Semoga DIsadarkaKAN.
PEMIMPIN, yang membedakan dengan yang bukan adalah keBERANIannya. BERANI memutuskan & menagmbil resiko, BERANI untuk PALING AWAL merasakan penDERITAan dan BERANI untuk PALING AKHIR merasakan keMAKMURSEJAHTERAan. [Kalau aku NAHKODA kapal KELUARGA yang sudah, sedang dan akan selalu menempuh dahsyatnya BAHTERA keHIDUPan, tak kuijinkan keCEMASANku keluar dari diriku hingga terLIHAT dan mengGELISAHkan keluargaku.]
SYUKURi dan RASAkan keBAHAGIAan bersama orang-orang terdekat kita [suami, isteri, anak-anak, orang tua dan saudara], sebab WAKTU begitu cepat berLAU, pun demikian dengan KISAH kehidupan yang demikian cepat berUBAH. Bisa jadi seiring waktu yang melalui kisah kehidupan, ada SESUATU yang HILANG [kesempatan, kemesraan, kemanjaan, kedekatan, juga prilaku atau tabiat dan tentunya yang PASTI adalah usia]. Selagi SEMPAT, semoga tidak terLEWAT.
Kala HATI dilanda RESAH dan GELISAH tak tentu arah, BIASAnya perTANDA terlalu menuruti DIRI sendiri [bergeser meski sejngkal, memejamkan mata walau terlihat nyata dan beralibi meski nurani tak mengingkari] SAAT keyakinan pada Tuhan, kejujuran pada nilai kebaikan dan kesetiaan pada jalan keselamatan TAK LAGI menjadi PEGANGan.
MUDA usia belum tentu JAUH dari bijaksana, pun demikian sebaliknya, TUA usia belum menjamin DEKAT dengan bijaksana. BerDAMAI dengan diri sendiri, mengubah segala negativitas menjadi energi keBAIKan [sebab tak ada yang sia-sia di semua ciptaan Tuhan], keluar dari DIRI sendiri agar lebih jernih memandang setiap persoalan, keSADARan menuai hikmah di segala kejadian dan meRENDAHkan DIRI dalam menyerap ILMU di semua ciptaan adalah AWAL dari BIJAKSANA. Bila TAK demikian, biasanya hanya akan selalu memicu KONFLIK yang sebenarnya tak prinsip, di banyak situasi dan di beragam tempat, yang akhirnya akan menghabiskan energi sia-sia.
Harus selalu, BAIK dan BENAR diletakkan di tempat, pada waktu dan dengan metode yang BAIK dan BENAR pula. Jika tidak, belumlah BAIK dan BENAR. Ora mung bênêr, nanging kudu pênêr. Bênêr lan pênêr.
Di setiap RASA dan di segala argumen LOGIKA, saat INGIN, saat AKAN, saat HENDAK, tanyakan dan beranilah untuk jujur menjawab : untuk apa, kalau sudah mau apa atau akan bagaimana atau hendak dikemanakan ? Kalau jawabannya jelas, semoga itu pertanda BERKAH dan MANFAAT.
Meniti waktu, ibarat merangkai keping puzzle episode kehidupan kita. Serumit apapun masalahnya, seberat apapun cobaannya dan sesulit apapun ujiannya, SEMOGA DIyakinKAN akan berakhir BAIK dan memBAHAGIAkan WALAU saat ini belum ada gambaran apapun tentangnya. Maka menjaga keYAKINan akan akhir yang baik dan membahagiakan itu, biasanya, tanpa disadari, sangat mempermudah dalam merangkai tiap puzzle episode kehidupan kita hingga tersusun lengkap dan terlihat INDAH pada AKHIRnya.
Perintah TUHAN pasti dan akan selalu BAIK meski tak kita SUKAi sebab kita anggap BEBAN. Namun karena itulah ada keMULIAan di baliknya, sebab ada perjuangan untuk tetap meLAKUKANnya walau tak suka hingga nantinya SEMOGA bisa suka dan tak lagi menjadi beban. Sarana menDEWASAkan diri, meMATANGkan jiwa dan menTEGUHkan keYAKINan : memilih yang tak disuka dan menghindari yang disuka.
Setiap kita adalah PEMERAN UTAMA dalam episode kehidupan kita masing-masing, maka tak bisa tidak selain menerima dan menjalaninya sepenuh hati. Tak usah merasa rendah, tak usah juga merendahkan. Pun demikian sebaliknya. Kalapun orang terdekat kita berperan antagonis, penuhi saja tangki cinta kita untuknya. Hanya kelembutan yang mampu melunakkan kekerasan.
| kenyataan keseharian hidup ini sejatinya hanya ilusi | menyadarkan diri untuk menerimanya itulah solusi | sebab penerimaan terhadapnya merupakan pembebas dari belenggu ilusi, pengindah bagi penampakan buruk ilusi, penguat bagi ketakberdayaan ilusi, penyembuh bagi kesakitan ilusi dan pembahagia dalam keterpurukan ilusi | ILUSI, seakan-akan berjalan dan menjalani, padahal diperjalankan | MENERIMA, sebab menolak pun tak ada daya dan tiada guna |
PengABDIan meLAHIRkan keBAHAGIAan yang WUJUD dalam BERBAGAI bentuknya dan MENJELMA dengan berbagai caranya. Mereka yang tak mengenal pengABDIan biasanya barus MErasa bahagia saat apa yang dilakukannya mengUNTUNGkan dan itu perDAGANGan. SEMOGA DIjauhKAN dari berDAGANG dengan guru yang membimbing ruhani kita, SEMOGA DIjauhKAN juga dari berDAGANG dengan anak-anak yang dimanahkan kepada kita dan SEMOGA DIjauhKAN pula dari berDAGANG dengan suami/isteri yang dulu kita minta cintanya.
SeBERAT apa pun beban kehidupan kita, seSEMPIT apa pun dada kita, seRUMIT apa pun masalah kita dan seSULIT apa pun langkah kita, semoga DIkuatyakinKAN kembali berSANDAR pada JAMINAN-NYA, hingga tak sampai merendahkan diri di hadapan manusia. Tidak untuk diRINGANkan, namun SEMOGA DItambahKAN-NYA kemampuan kita meLEBIHi beban yang ada hingga tiba-tiba saja RINGAN, LAPANG, SEDERHANA dan MUDAH. Aamiin.
Sebuah TEKO tak akan mengeluarkan apa yang bukan menjadi isinya, MANUSIA tidak. Bahasa lisan, bahasa tulisan dan bahasa tubuh sangat BISA diSAMARkan untuk mengaburkan jiwa yang meLAHIRkannya. Hanya GELAS BENING hati yang mampu mewantahkan JERNIH yang disamarkan dari keKERUHan, KERUH yang disamarkan dari keJERNIHan, JERNIHnya jernih atau pun KERUHnya keruh.
KeSETARAan dalam perBEDAan itulah JODOH, dan JODOH itu di segala hal : perkawinan, pekerjaan, tempat tinggal, pertemanan dan sebagainya. BEDA secara kasat mata - inderawi. SETARA dalam jiwa, spirit, energi dan penerimaan.
BENARlah bahwa UJIAN terbesar kita hanyalah DIRI kita sendiri, sedangkan orang lain siapa pun itu dan segala permasalahan yang menyertainya, HANYAlah sekedar penggembira bagi keTEGUHan, keTULUSan, keSETIAan dan DAYA JUANG kita untuk menjadi BAIK, tetap BAIK dan makin BAIK.
TIDAKlah UTAMA tentang MENJADI APA, namun yang UTAMA adalah keSADARan, keSUNGGUHan, keTULUSan dan pengABDIan dalam MENJADI APA tersebut.
Benar tetaplah benar, pun demikian dengan baik. Baik tetaplah baik. NASEHAT kalaulah itu memang BENAR dan BAIK pasti akan meMANISkan di akhirnya, meski terasa sangat PAHIT di awal. SESAL biasanya tak pernah di AWAL.
SEMOGA malam ini dan malam-malam nanti, DIA selalu menidurkan TIDUR kita, MEmampuKAN tubuh kita menyembuhkan diri kita sendiri, MElepasKAN semua ingatan yang negatif, MENGgantiKAN seluruh rasa marah, kecewa, sedih, takut, cemas, bimbang dan buruk sangka di hari ini MENJADI cinta yang mengINDAHkan hidup kita. BANGUN segar, sehat, bahagia, penuh cinta serta SYUKUR dalam keberlimpahan kemakmuran dan kesejahteraan yang berkah dalam skala waktu dunia-akhirat. Aamiin. ::: Tidurlah dan biarkan DIA yang mejaga langit tidak runtuh, sebab TUHAN TIDAK TIDUR :::
Di hadapan HUKUM, keBENARan bisa jadi RELATIF. Sebab HUKUM kadang sering diTERAPkan dari SISI KEPENTINGAN yang melandasinya, sering juga diKENAkan dari SUDUT yang diKEHENDAKi oleh mereka yang sedang berKUASA dan yang sangat berKEPENTINGAN dengan keKUASAannya. ::: SEMOGA kita DImampuKAN menjaga keSADARan diri : Begjo begjane wong kang lali, isih luwih begjo wong kang eling lan waspodo :::
Kalau rakyat jelata miskin, itu untuk dirinya sendiri, tak ada yang perduli padanya dan miskinnya takkan memiskinkan orang lain. NAMUN, kalau yang miskin itu sang penguasa, sang penegak hukum, sang wakil rakyat, sang pamong praja, sang pemegang senjata dan sang-sang lainnya.... maka PASTI efek kemiskinannya terasa di seluruh negeri. ::: SEMOGA yang maha kaya dan maha memberi kekayaan, mengKAYAkan hati kita dulu atau mungkin bersamaan dengan mengKAYAkan kehidupan lahiriah kita. KAYA dalam keKAYAan, bukan MISKIN dalam keKAYAan :::
Tak usah berharap pada siapa pun dan apa pun jika kita memang berniat untuk menjadi bijaksana, bahagia dan mulia hidup kita. ILMU, mintalah kepada DIA Sang Pemilik Ilmu sembari memetik bunga hikmah dari setiap detik kehidupan yang terlalui dengan menata kembali pula cara pandang kita terhadap segala hal yang kita temui dalam keseharian. ::: Ilmu THAWAF : mengelilingi, BUKAN berhenti di satu titik :::
KASUNYATAN - keNYATAan sering tak bisa dilogika walau dengan segudang teori, sebab teori lahir dari pengamatan yang serba terbatas. KeNYATAan hanya bisa dipahami oleh mereka yang merasa dan melebur dalam keNYATAan itu sendiri. Maka tak usah andalkan teori, masuklah ke dalam setiap keNYATAan yang ada, agar tak tak sering heran karenanya, tak sering terkejut melihatnya dan tak sering pula menginginkannya. Datar dan biasa saja. ::: Ilmu THAWAF : äjä nggumunan, äjä kagétan, äjä kêpinginan :::
Ruang dan waktu itu relatif, tak ada masa lalu, kini dan akan datang, selesai sudah, begitu berawal, saat itu juga berjalan sekaligus juga berakhir, bagai film dalam keping VCD - track mana yang sedang ditampilkan. Kesadaran yang meluas menjangkau itu semua, tak ada jarak yang jauh, tak ada waktu yang lama, bahkan para orang suci - tak ada waktu dunia tak ada waktu akhirat, sekejap saja sampai di hadapan Tuhan yang sejatinya TUHAN. ::: ILUSI : fatamorgana kehidupan yang banyak menipu diriku :::
yang terucap tak pernah lenyap, yang tertulis tak pernah musnah, yang dilakukan tak pernah hilang, tak pernah terhapus, selalu tercatat dan mencari keseimbangan, menjadi abadi, dalam keabadian tuhan ::: ngunduh wohing pakarti - menuai buahnya pekerti :::
hati yang sederhana itu lembut, menampung, membopong, bukan merendahkan, hingga dimampukan merasakan rasanya hati yang lain, hingga dimampukan mewujud dalam aksara atau pun suara, hingga mudah diterima hati lain yang sederhana pula, bukan hati yang tinggi ::: resonansi : baikkan hati sendiri berarti membaikkan hati yang lain juga :::
Setiap ada AKSI maka akan ada REAKSI, begITUlah MANUSIA selalu bereaksi sesuai aksi yang diterimanya, sebab ada unsur api yang reaktif dalam dirinya, terang tapi panas dan membakar. Di balik itu, unsur cahaya juga ada, terang namun lembut dan sama sekali tidak reaktif.
SERING kita tergagap saat menyambut datangnya masalah, sebab gairah dalam diri kita untuk menyelesaikannya tak sebanding dengan kemampuan dan pengalaman kita untuk bisa antisipatif, sumeleh dan tenteram atas berbagai hal yang tidak mengenakkan diri.
MANUSIA memang TEMPATnya SALAH dan LUPA, berarti manusia JUGA tempatnya BENAR dan INGAT, maka mengapa kalau ada yang salah dan lupa tak kau ijinkan dia menjadi benar dan ingat ? JADI bersahabatlah dengan mereka yang selalu mengajak benarmu dan ingatmu, bukan yang membiarkanmu tetap dalam salah dan lupamu.
MUNGKIN lebih bijak rasanya untuk MENAHAN DIRI agar TIDAK LARUT, saat menghadapi suasana baru, yang membuat kita TIBA-TIBA gembira, TIBA-TIBA takut, TIBA-TIBA marah, TIBA-TIBA bahagia, TIBA-TIBA sedih dan TIBA-TIBA yang lain, sebab TIBA-TIBA biasanya SESAAT dan SESAAT biasanya HANYA seolah-olah.
PerINGATan, COBAan dan UJIan. Kadang karena BEBAL seseorang tak menyadari sedang di-INGAT-kan/di-COBA/di-UJI bahkan mungkin dialah yang sedang menjadi PER-ingat-AN/coba-AN/uji-AN bagi orang lain. ::: merasa bisa itu hal yang mudah, NAMUN bisa merasa itu sungguh luar biasa sulitnya, kecuali bagi mereka yang berkeSADARan, semoga DImampuKAN :::
MASALAH, SEkecil apa pun, meski hanya sekedar "terantuk kerikil", pasti ada andil dari ZHALIMnya diri kita di rentang masa yang telah terlampaui. Maka segera berISTIGHFAR itu seHARUSnya, selain sebagai anugerah agung mendekat padaNYA dengan meNOLkan diri kita, istighfar biasanya juga akan menghapus memori negatif dari ingatan kita agar tak memBEBANi dan tak mengajak mengULANG kembali perMASALAHAN yang sama di masa berikutnya.
JAGA, UTAMAkan dan MULIAkan keluarga agar anak tak terluka. Luka yang memBEBANi masa depannya, memBERATkan LANGKAHnya & memBENARkan PRILAKUnya walau salah. LAYANi istri, suami dan anak dengan keSADARan, sbg INVESTASI NILAI yg akan diTUAI oleh anak-anak kita di masa depan mereka. ::: SEMOGA penJAGAan, pengUTAMAan dan peMULIAan terhadap KELUARGA kita masing-masing, mejadi sebab duniawi penJAGAan, pengUTAMAan dan peMULIAan Gusti ALLAH kepada diri kita, keluarga kita dan penduduk negeri ini. :::
Seteguk air, sejumput makanan, setitik ilmu, secuil materi, sejengkal kelapangan, sesimpul senyum atau apalah juga dari siapa pun tak seharusnya melupakan kita dari TERIMA KASIH. Terima kasih yang berkeSADARan merupakan wujud SYUKUR kita kepada DIA yang menjadi sebab sampainya semua itu. TERIMA KASIH yang menjadikan mereka RELA biasanya menjadi sebab berTAMBAHnya BERKAH kita. ::: BERbuat baiklah lalu LUPAkan, namun TERIMAlah keBAIKan lalu INGATlah. :::
Tak usah risau saat kau dibenci, sebab dibenci atau dicinta sejatinya sama walau tetap beda. Sama-sama selalu ada dirasa. Dibenci, sangat berpotensi untuk dicinta. Pun demikian sebaliknya. Maka tak usah membenci kalau tak ingin berbalik mencinta, tak usah pula terlalu mencinta agar tak berpeluang membenci.
Pada titik kesadaran terendah di hadapan keAKBARan Gusti ALLAH, semoga dirontokkan gumpalan-gumpalan keMARAHAan, keKECEWAan, keGALAUan, keSOMBONGan, agar bisa TULUS meMAAFkan, termasuk memaafkan DIRI sendiri, berdamai dengan MASA LALU kita, menerrima semua yang telah HADIR di masa lalu, walau INGATan masih ADA, namun telah TIADA LUKA. ::: SEMOGA hati kita dipenuhiNYA dengan WELAS ASIH dari sifat RAHMAN DAN RAHIMNYA, hingga kita DImampuKAN untuk CINTA, makin YAKIN dan IKHLAS dalam pengabdian tanpa batas :::
MemBELAKANGi [dalam berbagai bentuknya] Tuhan yang memberi keHIDUPan berarti memastikan diri mengHADAPi keRUMITan HIDUP. Cepat atau lambat, PASTI. TUHAN tak pernah zhalim.
Siapa atau apa pun yang DIA gerakkan menemui kita dengan segala hal yang menyertainya, TENTUnya telah DIA persiapkan pula diri kita untuk mengkholifahinya. JADI berserahlah pada DIA dan sambutlah kedaatangannya.
Ada sesuatu yang mengGEMBIRAkan SAAT hadir, ada yang memBANGGAkan SAAT diceritakan, ada yang meNYENANGkan SAAT dimiliki, BIASANYA saat fokus pada gembira, bangga dan senang itulah SAAT AWAL sesuatu itu menjelma COBAAN.
Peringatan, cobaan dan ujian. Kadang karena bebal seseorang tak menyadari sedang di-ingat-kan/di-coba/di-uji bahkan mungkin dia sedang menjadi per-ingat-an/coba-an/uji-an bagi orang lain.
Saat bimbang untuk memutuskan, diamlah, redamlah keinginan, istirahatkan pikiran, baru bertanyalah pada Tuhan.
PENYANGKALAN adalah ekpresi tercepat EGO dalam merespon kebenaran / kenyataan tentang dirinya.
SELALU berusaha dan belajar mengURAI apa pun agar menemukan keINDAHan saat meSIMPULkan.
BELAJAR memelihara keSADARan untuk tidak memperMASALAHkan segala hal yang tak mengenakkan, menyakitkan, bahkan yang meyulitkan sekalipun. SEBAB semua itu berfungsi menumbuk energi kita agar bisa lepas keluar dan melampaui semua itu. TANPA demikian, tak pernah tahu kita akan cadaan energi yang tersimpan dalam diri. MAKA, gitu aja repot ?!
Siksaan rasa sangat bersalah hakikinya melebihi sakitnya hukuman secara fisik [kalau ada] dari kalahan itu sendiri.
TAKKAN PERNAH LENGKAP, walau doa terangkai panjang walau doa terungkap rinci, walau doa melegakan hati, sebab, tak pernah kutahu hakikinya yang kuperlu, sebab, tak pernah kutahu pula skenario hidupku, sebab doaku adalah rencanaku, maka SEMOGA DIA SELALU MELENGKAPKAN DOAKU YANG TAK PERNAH LENGKAP.
Makin tinggi derajad, makin luas ilmu, makin dalam pemahaman, makin banyak harta, makin beragam yang dilayani, dan seterusnya, maka... makin berat pula pertanggungjawabannya, makin banyak cobaannya, makin sulit ujiannya, dan yang pasti, makin beragam pula godaannya, jadi... jangan terobsesi, jadi diri sendiri sepenuh hati, optimalkan potensi diri, dan selalu syukuri anugerah ilahi.
MUTIARA tetaplah berHARGA walau terbenam dalam lumpur yang kelam. Maka selamilah ilmunya MUTIARA. Sedang BUNGA di TEPI JALAN, walau INDAH namun biasanya hanya akan diJUMPUT dan kahirnya diCAMPAKkan. :: Dalam segala hal / aspek apapun, pilihan selalu tersedia : hendak mengarah menjadi MUTIARA atau BUNGA di TEPI JALAN ??? ::
Kalau engkau keras, maka akan mudah dipecahkan. Kalau engkau rapuh, maka akan mudah dimusnahkan. Maka lenturlah, sebab dengan lentur engkau hanya akan menerima saja semua yang membenturmu tanpa merusakmu. Maka temukan sendiri koordinat lenturmu dalam dirimu.
Bukan SEBAB bahwa diri ini membawa manfaat, TIDAK. Namun jika dalam interaksi apa pun sudah kehilangan orientasi keMANFAATan, tak ada kebersamaan menyemaikan NILAI, hanya hura-hura sesaat, hanya ekspresi dari tak tergenggamnya kendali diri, maka DIAM menahan diri adalah LEBIH BAIK agar selamat sekaligus menyelamatkan.
SELALU ada perKECUALIan dari setiap SUNATULLAH, walau sedikit, meski sesaat. Sangat sulit bagi kita, namun teramat mudah bagiNYA. :: selalu ada kemungkinan pada setiap ketidakmungkinan, tinggal kita siap atau tidak dijadikan alatNYA hingga kemukinan itu wujud ::
KALAU pun ada kebaikan pada diri ini, SEMOGA buahnya ranum melimpah diunduh 'seribu' anak cucu. WALAU ada sengsara dalam jazirah waktu hidup diri ini, SEMOGA menjadi tabungan jalan keselamatan dan kemuliaan 'seribu' anak cucu.
Tiada hari tanpa ada harapan baru di dalamnya. Tak ada kekuatan tanpa daya dariNya. Tak ada masa lalu bagi hari ini, tak ada masa depan tanpa melalui hari ini, jadi tak usah sesali masa lalu, optimalkan potensi diri di hari ini untuk membangun jejak-jejak kebaikan untuk masa depan. DariNYA, bersamaNYA, menujuNYA dan untukNYA.
TAK harus meniru Sang Kalijaga yang melintasi sekat keragaman, TAK harus seperti Baginda Khidir yang mengembara jaman, TAK harus menjadi Panglima Cheng Ho yang menjelajah benua dan TAK harus menjadi siapa pun. SUNGGUG-SUNGGUH saja jadi diri sendiri.
TITI WANCI. Kalau SAATnya tiba, apa pun itu, takkan bergeser sedikit pun. PASTI.
Menuhankan TUHAN, benarkah sudah ??? Atau baru seakan-akan ???
Belajar selalu mempersiapkan hati untuk kehilangan siapa pun dan apa pun dalam hidup kita, bahkan kehilangan diri kita sendiri. SEMOGA diberi kesiapan.
SUNGGUH-SUNGGUHlah menCINTAi mereka yang hadir dalam hidup kita, sebelum mereka meninggalkan kita atau kita yang meninggalkan mereka. Sebab HIDUP ini sangat SINGKAT terasa bila BATAS waktunya telah tiba, setiap detiknya begitu berharga. SEMOGA jauh dari sia-sia.
Selalu ada keputusan dari pilihan-pilihan di setiap ucapan, tulisan, perbuatan atau apa pun itu yang keluar dari diri kita. SEMOGA semua itu dengan kesadaran.
SERIUS dalam BERMAIN, namun TIDAK pada MEDAN PERMAINANnya. Setiap orang unik, punya misi hidupnya masing-masing yang diemban dari Tuhan. Apa yang bagi satu orang mudah, mungkin bagi yang lain sulit, pun demikian sebaliknya. Itulah peran yang harus kita mainkan yang dituntut oleh Tuhan. Maka seriusilah, agar hidup kita hidup dan kalau bisa bahkan menghidupkan hidup orang lain. Sisi lain, semua orang sama. Sama peran yang harus dimainkan yaitu sebagai hamba Tuhan, maka seriusilah. Medan permainan kita di dunia, tak lebih sekedar sendau gurau, maka jangan diseriusi, dalam arti jangan sampai dimasukkan hati.
DHUHA. Bukan semata karena engkau menghadapNya lalu engkau diberi rizqi olehNya, melainkan lebih merupakan karena engkau ingat dan menghadapNya di saat manusia lain mulai sibuk dan menyibukkan diri dengan urusan dunianya maka engkau diingatnya pula dengan diberi kemudahan rizqi. NAMUN, juga bukan itu sebenarnya, akan tetapi sebab DIA mengingatmulah hingga engkau digerakkan untuk ingat dan menghadapNya dan yang demikian itu adalah tanda-tanda DIA memberikan bertambah-tambahnya keberkahan rizqimu.
SHALAWAT. Tak pernah tertolak, pasti diterima, langsung, tanpa jeda. Suatu perintah, yang DIA mendahului 'melakukannNa', tidak demikian di perintah yang lain.
Dunia ini sendau gurau belaka, demikian Tuhan memaklumkan. Namun Tuhan juga menuntut kesungguhan menjalani kehidupan. Temukan titik tengahnya.
Hadiahkan dirimu pada kebaikan. Maka jadilah baik dengan membaikkan jiwamu.
Tak akan ada kebahagiaan di luar sana, sebelum ada kebahagiaan di dalam dada. Berbahagialah dengan selalu berbaik sangka pada Tuhan dan sesama, agar tak ada yang keluar dari diri kita kecuali kebaikan. Maka awalilah kebahagiaan diri dengan kerelaan membahagiakan orang lain meski baru di ujung niat dan orang lain terdekat adalah keluargamu : orang tuamu, suamimu / istrimu, anakmu, saudaramu dan seterusnya. Sebab mereka yang hanya ingin membahagiakan diri sendiri, biasanya akan bersua slalu dengan masalah, sebab tak ada kedamaian dalam diri mereka.
Semua ada saatnya. Hanya, apakah engkau mempersiapkannya atau tidak ? Sebab tanpa persiapan, mustahill saat itu tiba.
Jaga hati dari masuknya suara yang tak perlu melalui telinga, jaga hati dari menyusupnya aksara yang tak bermutu dari mata, jaga hati dari merembesnya kata yang tak bermakna dari mulut kita, jaga hati dari cengkeraman pesona sihir konsumerisme, jaga hati dari keterikatan dunia maya, jaga hati dari segala rasa semu yang mengharu biru.
Kau yang hanya ingin membahagiakan dirimu sendiri, bersiaplah bersua slalu dengan masalah, sebab tak ada kedamaian dalam dirimu. Awal kebahagiaan diri adalah kerelaan membahagiakan orang lain meski baru di ujung niat dan orang lain terdekat adalah keluargamu : orang tuamu, suamimu / istrimu, anakmu dan saudaramu.
Rejeki dari Tuhan takkan pernah tertukar. Kalau sudah rejeki, takkan ke mana, pasti sampai di tangan kita. Kalau pun ada rejeki yang terlepas tidak sampai di tangan menurut anggapan kita, sebenarnya situasi itu pun merupakan rejeki juga buat kita dari Tuhan. :: Piyé-piyéo, têtêp alHAmdulIllAh ::
Jalan terang itu sering datang dengan cara sederhana, sesederhana kalimat yang mengantarkannya, sesederhana kata yang mengawalinya dan tiba-tiba saja berubah dengan sendirinya dengan begitu sederhananya.
Di tengah keramaian, kesibukan, kerepotan, keruwetan, kesedihan dan kegembiraan, duka dan bahagia, sehat dan sakit, lapang dan sempit, serta berbagai kondisi yang lain, SEMOGA diMAMPUkan [walau sejenak, meski sekejap] untuk memasuki RUANG SUNYI hati kita masing-masing, agar senatiasa TERpanggil, TERrpanggil dan TERpanggil.
Semoga LASKAR CINTA segera mewujud dari fananya, segera menampak dari ketersembunyiannya, segera bangun dari kesengajaan tidurnya dan segera menyatu dari ketersebarannya.
Gusti ALLAH itu PASTI. Kita saja yang sering tak pasti.
Jauhnya jarak, berlikunya jalan bahkan gelapnya penerangan pun jangan gentarkan hati untuk memulai langkah dan segera melangkagkah, tetapi tetap berhati-hati jangan sampai salah langkah. Gusti Allah ora saré.
Teramat SERING, lalu lintas pikiran kita menjadi padat hingga kita penat, pun demikian dengan hati kita. Me-TEPI-lah. Menepi bukan tuk berhenti apalagi melarikan diri, namun tuk keluar dari diri dan hanya sekedar menyaksikan lalu lintas pikiran dan keluar masuknya segala hal di ruang hati. Menyaksikan berarti tidak terlibat. Maka me-TEPI berarti me-SADAR-kan diri. Tak pernah menepi hanya akan melelahkan diri.
ILMU tak hanya diAJARkan atau dipelAJARi. ILMU seHARUSnya menJADI LAKU hingga me-SATU. Maka SUARA atau Rupa AKSARA peLAKU Ilmu biasanya memBEKAS, mengGORES, menCERAHkan wakau sering teRASA PAHIT juga, PAHIT yang meMANISkan pada akhirnya.
Maksud BAIK sekali pun tetap HARUS dengan ADAB yang BAIK pula.
Tamu itu selalu datang tiba-tiba, kecuali bagi mereka yang selalu awas hatinya. KEMATIAN !!!
SeTINGGI dan seHEBAT apap pun ilmu PEDANG, tak mempunyai keMUNGKINan untuk meMEMENANGkan diri melawan UDARA. Sebab udara mempunyai keMUNGKINan yang MUTLAK untuk tak tertebas oleh sabetan pedang dan tak tertikam oleh hunjamannya.
TINGGALkan dengan SENYUMan, maka itu berarti menabung energi untuk meWUJUDkan yang LEBIH BAIK lagi. JANGAN TINGGALkan dengan keBENCIan, sebab itu berarti menabung energi untuk meWUJUDkannya KEMBALI.
BINTANG tak selamanya jadi bintang, saat ia tak setia pantulkan cahya mentari. BINTANG tak selamanya juga bersinggana di atas sana, saat ia ingin jadi mentari.
... tiada niat tanpa medan untuk melaksanakannya, maka bersiaplah menyambutnya ...
Allah senantiasa memberikan sesuatu sesuai ukuran-Nya, tdk ada sangkut pautnya dengan kelayakan seseorang menurut ukuran dirinya sendiri. Betapa banyak dari kita yg mendapat pencerahan spiritual walau tak belajar formal.
Lintasi ruang, lalui waktu, jelajahi batas. Tak hendak dan tak tahu saat-tempat lahir, berkarya serta kepulangan sejati yang pasti terjadi.
Tertutupnya hati merupakan adzabnya adzab, paling mengerikan bila dibanding dengan hanya sebuah peristiwa adzab yang kasat mata.
Makin banyak melintas usia, makin sedikit nikmat raga yang tersisa.
Bersua dengan para sesepuh, membekas kesan nan dalam. Kepasrahan menunggu saat panggilan datang atau malah kegamangan yang bercampur kengerian ? Bagaimana denganku ?
BerBINCANGlah selalu dgn kePOLOSanmu, agar semakin kau PAHAMi DIRImu & temukan ARTI LANGKAHmu, hingga KATA menjadi berMAKNA & TAK SIA-SIA saat kata kau WUJUDkan dlm RUPA atau pun SUARA, karena KATA tlah kau pendam, semaikan, tumbuh kembangkan hinga berbuah, di dalam BUMI dirimu.
MemBEKUkan [BUKAN memBATUkan] peRASAan itu terkadang sangat PERLU, bahkan terkadang HARUS.
Biasanya, me-PANDANG prestasi DIRI hanya akan memper-SEMPIT cakrawala PANDANG.
Sering-sering menengok keSADARan hati, merasakan berDETAKnya jantung dan menikmati IRAMA nafas, biasanya akan menJAUHkan kita dari sikap terBURU-BURU, meTEPATkan dalam memutuskan / memilih, mengOPTIMALkan proses dan mengHINDARi penyesalan.
Di setiap AWAL hari, bersama keSEGARan pagi, GEMBIRAkan hati, agar DImampuKAN merasakan BERKAH ILAHI sepanjang waktu nanti, hingga di PENGHUJUNG hari DImampuKAN pula untuk menSYUKURi semua yang telah terjadi.
Jangan pernah meRENDAHkan yang terlihat 'HANYA' di saat ini, jangan pula meTINGGIkan yang terlihat 'WAH' saat ini, sebab tak ada yang tahu rahasia di balik waktu, sebab makhlu selalu TERBATASi RUANG & WAKTUnya. PerGILIRan, perPINDAHan dan perPUTARan itu PASTI. Maka tak usah PANDANGi yang lain, tetapi LIHAT diri sendiri... dan PASTIKAN untuk selalu berusaha menjadi LEBIH baik, TAMBAH baik dan MAKIN baik di SEGALA ruang dan di SETIAP waktu.
Kadang kita harus menarik napas dalam-dalam tuk meluruhkan gumpalan yang menyesakkan dada, kadang terpaksa menitikkan air mata karena kesedihan yang menggores rasa, terkadang juga kelelahan begitu mendera jiwa. Namun, yakinlah segala yang berAWAL pasti berAKHIR, maka berSERAH dan berUSAHA itu jawabnya. SONGSONG segala yang ada dan PASTIkan bahwa BAHAGIAlah akhirnya.
Sebuah NIKMAT menjadi orang BIASA meski hanya untuk mencukupkan kebutuhan hari ini saja harus pontang-panting. SEBAB dengan sedikit saja diLEBIHkan dari BIASA, bisa jadi malah JAUH dari SELAMAT karena berkemungkinan untuk CURANG, CULAS, SOMBONG, ANIAYA, SEMENA-MENA, LICIK dan BENGIS [dst, dsb, dll].
BerSYUKURlah bila dimampukan untuk bisa tetap TENANG dan TAK MUDAH diGEMBIRAkan oleh sesuatu yang meLENAkan, sebab bila tidak demikian, maka tak lebih dari ANAK-ANAK yang MUDAH diGEMBIRAkan hanya oleh sebuah KEMBANG GULA.
Orang BINGUNG biasanya NGAWUR. SELALU : ucapannya asal, sikapnya minta perhatian, pikirannya penuh sesal, tindakannya berlebihan dan mencari alasan pembenar. BerDAMAI dengan diri sendirilah obatnya. BERANI berdialog JUJUR dengan diri sendiri, untuk menguak RAHASIA hati tanpa teralingi.
DEWASA seHARUSnya MATANG. Matang bisa berarti siap dalam menentukan pilihan-pilihan dan bertanggung jawab penuh atas pilihan yang telah diambilnya. Semakin matang semakin berkualitas pilihannya, memilih yang tidak menyalahi kehendak Tuhan dan memilih yang benar-benar ada manfaatnya.
BerDIAM untuk me-TENANG-kan diri, seHARUSnya. SAAT perasaan kita TIBA-TIBA LEBIH gembira atau takut atau sedih atau marah atau yang lain. Sebab saat rasa kita tiba-tiba lebih, biasanya hanya sesaat dan yang keluar dari diri kita BISA JADI hanya SIA-SIA, baik itu ucapan, tulisan, pemikiran, keputusan dan yang lainnya.
SEIMBANG. Demikianlah berlakunya hukum Tuhan. Tinggal menunggu waktu, diperCEPAT atau diperLAMBAT. KeBAIKan kita pasti berbuah LEBIH BAIK. KeBURUKan kita pasti berbuah LEBIH BURUK juga. Semoga keBURUKAN kita diperCEPAT buahnya, agar tak menumpuk terlalu banyak hutang saat menghadap-NYA.
SETARA. Seperti itulah biasanya. Bagaimana kita, seperti itulah yang akan ada dalam kehidupan kita. Maka saat mengINGINkan sesuatu yang LEBIH BAIK dari yang pernah ada di masa yang lalu, berTANYAlah pada diri sendiri, seBERAPA jauh kita sudah mengubah diri untuk jadi LEBIH BAIK agar LAYAK pula menerima yang LEBIH BAIK itu.
Tak ada yang tiba-tiba, sebagaimana angka yang harus dimulai dari satu, di segala sesuatu pasti ada PROSES. Maka PROSES merupakan pengejawantahan keSABARan, keTEGUHan, keISTIQOMAHan, keYAKINan sekaligus keBERSERAHan dalam meNIKMATi irama kehidupan yang tak pernah sama dalam setiap masa yang terlalui, kini hingga nanti.
Selalu berusaha di TITIK ini, berSYUKUR di semua sebelum TITIK dan berSERAH di semua setelah TITIK.
Sebab ketakSABARannyalah, seseorang sering TERGODA - seandainya bisa - ingin melihat gerak pena takdir untuknya. ::: Äjä nggégé mängsä ::: Allahumma rodhdhini biqodhoika wa barikli fima quddiro hatta laa uhibba ta'jila maa akhorta wa laa ta'khira maa ajjalta.
Ingin bisa SABAR ? Berlatih, berlatih dan berlatih terus untuk BERBAIK SANGKA pada Gusti ALLAH. Selalu berusaha tanamkan keyakikan bahwa apa pun permasalahan yang menghadang kita, apa pun kesulitan yang sedang membelenggu kita, apa dan bagaimana pun 'sini'asi dan kondisi yang melingkupi kita, insya Allah PASTI akan terlewati dan berakhir dengan BAIK, BAHAGIA dan PENUH HIKMAH.
Kaitkan dan pasti TERKAIT, maknai dan pasti BERMAKA, terima dan pasti BAHAGIA. INGATlah dan pasti akan diINGAT.
Bergerak maju ke arah belakang, berputar-putar mengitari perhentian yang tetap, berulang-ulang mengulang kekeliruan yang sama. SEBAB Kekeliruan diyakini sebagai sesuatu yang benar, kesalahan selalu dicarikan alasan pembenar, MAKA ketaksadaran merupakan cara gembira untuk nestapa.
Kadangkala, saat terpejam, segalanya malah terlihat jelas. Seperti juga saat menutup telinga, suara lebih nyaring bunyinya.
Sedang yang terungkap pun berjarak dari yang tak kasat mata, bagaimana bisa tenang ? Bahkan dalam kesendirian pun, tak juga temukan arti, bagaimana bisa berserah. Nama tuhan pun diobral tanpa makna, kilauan cahya pun diumbar tanpa rasa. Takkan menapak, takkan melangkah, tak lebih dari berputar di tempat yang sama. NESTAPA.
Bahkan memahami diri sendiri pun tak juga hendak, bagaimana bisa menapak jauh ? Bahkan menyampaikan yang tak diterapkan pun tlah jadi biasa, bagaimana takkan memelas ? Sedang waktu takkan beringsut ke belakang, sedang jiwa tak kunjung matang, sedang kesiaan slalu dihamburkan, bagaimana takkan terulang ?
BerWELAS-ASIHlah, jangan MEMELAS.
Yang tak kita sukai pada diri org lain tak berarti sesuatu yang salah, sebab kita memandang diri orang lain dari diri kita sendiri, dari ego kita sendiri dan dari nafsu kita sendiri. Maka tak usahlah resah, saat orang lain juga tak suka pada diri kita, asal kita sudah dan berani untuk jujur pada diri sendiri : sudahkah berniat dan terus berupaya untuk slalu serta terus menerus berbuat baik serta berbuat lebih baik lagi tanpa sia-sia, agar selaras dgn kehendak-Nya tuk memuliakan kita di hadapan-Nya, meski di hadapan keagungan-Nya tetaplah kita ini hamba yg hina.
Waktu adalah milik Tuhan, hinga kita takkan pernah tahu rahasia di balik perjalanan waktu. Maka saat memutuskan sesuatu yang menyangkut masa yang panjang di depan sana, PERTIMBANGKAN adakah kemungkinan Tuhan berkenan dengan apa yang kita putuskan dan apakah niat kita berselaras dengan kehendak Tuhan untuk memuliakan kita di hadapan-Nya ?
Sebab masa lalu takkan pernah terulang dan percuma untuk disesali, maka berbuat baiklah untuk hari ini dan berbuatlah lebih baik lagi, membangun ingatan yang baik tentang hari ini agar menjadi kenangan masa lalu yang baik saat telah berada di masa depan.
Begitu cepat amarah tersulut dalam dada saat merasa ada hakku yang belum dipenuhi, namun begitu cepat juga amarah itu luruh, saat sadar bahwa mungkin banyak hak lain yang belum kutunaikan. Terutama haknya Gusti ALLAH.
Tak ada keLEGAan selain anugerah kelegaan setelah BERSERAH.
Ada MASA yang lebih PANJANG. Maka bila saat ini ada masalah, HADAPI, jangan meLARIkan diri dengan mencari SENANG sesaat, GEMBIRA sesaat dan SESAAT lainnya yang hanya SEOLAH dan tak ada MANFAAT, agar hatimu tak makin terSAYAT.
::: dêdalané gunä klawan sêkti, kudu andhap asor, wani ngalah luhur wêkasané, tumungkulä yen dipun dukani, bapang dén simpangi, änä catur mungkur :::
PEHITUNGKAN, namun jangan BERHITUNG.
Yang melupakan akan dilupakan. Saatnya menggali yang terpendam, mengumpulkan yang berserakan dan memunculkan yang tersembunyi.
KETERIKATAN. Nuansa KESENANGAN SESAAT saat melakukan/mengkonsumsi sesuatu / berinteraksi dengan sesuatu/seseorang dan KEGELISAHAN saat tidak. TINGGALKAN kata kuncinya, hingga kita bisa merasa tidak beda saat melakukan/mengkonsumsi atau saat tidak, saat berinteraksi atau saat tidak. Sebab KETERIKATAN hanya untuk TUHAN. Kalau belum bisa, terikatlah pada orang-orang yang hanya terikat pada Tuhan, dengan niat agar bisa seperti mereka, bukan untuk niat yang lain.
BAHAGIA. Sederhana semestinya. MAKNAI setiap detik yang kita lalui, temukan serta rasakan pengaturan-NYA yang indah. Sederhana dan teramat sederhana, memang, hingga banyak yang tak percaya, hingga bahagia dicari di luar sana, hingga nestapalah yang tiba dan bahagia hanya seonggok fatamorgana.
Bagaimana pun kondisi kita, jangan lupakan untuk berbagi, walau hanya dengan sebungkus nasi. Namun berbagilah dengan niat memuliakan, sebab dengan niat memuliakan kita akan berusaha memberikan yang terbaik walau pun ala kadarnya, bukan sekedarnya. Sebab ada juga, mereka yang diberi kemudahan rezeki malah semakin sulit untuk berbagi, sedekah sekedarnya, jauh dari kadar yang semestinya. Padahal semakin banyak berbagi, semakin banyak pula kita akan diberi dan itu pasti.
Saat berada dalam ketidakpastian masalah rezeki, pastikanlah diri kita tidak menghiraukannya karena Allah yang maha memberi rezeki itu pasti. Jangan hiraukan ketidakpastian itu dengan memastikan diri terus berbuat kebaikan sebagaimana mestinya sesuai tanggung jawab yang kita emban, melebihi malah lebih baik, tanpa mengharapkan penilaian. Temuilah, ketidakpastian itu pasti berujung pada kepastian, karena kita memastikan diri melakukan yang dituntut-Nya yaitu berbuat kebaikan tanpa meragukan jaminan-Nya.
Banyak yang menginginkan kebahagiaan, tetapi banyak yang tidak berani memutuskan untuk bahagia.
Berdamailah dengan dirimu sendiri agar kau tahu apa maumu, asal jangan paksa tuhanmu memenuhi seleramu, agar kau tak tertipu oleh selubung 'aku'mu.
Sejenak menarik nafas dalam-dalam tuk luruhkan gumpalan rasa dalam dada. Sejenak senyumi hati ini tuk mengugah energi cinta, agar lebih jernih memandang semesta.
Seberapa besar kesanggupan kita menerima ujian, sebesar itu pulalah kebahagiaan dan kebarakahan yang akan bertambah pada diri kita, sebab tidak akan bertambah nikmat jika wadah penampung nikmat itu belum siap. Tidak akan bertambah nikmat, jika nikmat yang telah diberi tidak kita rawat dengan rasa syukur kita padaNya.
Kebahagiaan adalah milikku dan bukan milik orang lain, karena jika kebahagiaan adalah milik orang lain, maka selamanya aku tidak akan pernah bahagia. Maka kebahagiaan harus kuciptakan. Dengan tatap mata ke depan, dengan dada tengadah, dengan tangan terkepal dan tetap dengan kelembutan hati, aku putuskan untuk bahagia dan pasti bisa bahagia, apa pun resikonya.
Ora tinêmu nalar, ora kabéh sing bisä dinalar, mulané äjä sok ngêndêlké akal.
Ojo naté kêpingin dadi wong liyo, ojo naté isin dadi awak'é dhéwé.
Noto awaké déwé, noto atiné déwé waé angél éram, kok arêp noto ndonya, kok arêp ngubah ndonya... pikir dulu !!!
Saat fasilitas begitu mudahnya didapat, saat berbagai kemudahan tinggal memanfaatkan, maka kala keberhasilan diraih, bukan sukses namanya karena hal itu biasa. Namun saat sendiri, penuh keterbatasan dan apa adanya kemudian bisa mendobrak keterbatasan dan meraih keberhasilan, sukseslah namanya dan itu luar biasa.
Saat menginginkan suatu hal yang memang sangat kita butuhkan, sering terjadi adanya keterbatasan kita untuk mewujudkannya. Maka, RELA adalah kata kuncinya. Relakan keterbatasan kita dan relakan juga ketakterwujudan keinginan kita dan liihatlah yang terjadi. Keinginan itu akan wujud dengan mudahnya sebagai anugerahNya atas kerelaan kita.
Begitu banyak keinginan dalam kehidupan kita walau sebenarnya tidak kita butuhkan. Itu meresahkan. SEDERHANA kata kuncinya. Sederhanakan keinginan sesuai kebutuhan dan temukan kebermaknaan serta keberkahan dalam kesederhanaan.
Adalah suatu kebahagian saat kesulitan menghadang tiba-tiba tak disangka datang kemudahanNya melalui seseorang. Pernah terpikirkah, bahwa boleh jadi hal itu merupakan buah yang kita nikmati dari biji pohon kebaikan, kasih sayang dan cinta, permudahan serta pelayanan untuk kebahagiaan sesama yang ditanam oleh leluhur ki...ta ? MENANAM itu kata kuncinya. Tanam sajalah dan biarkan anak cucu kita yang memetik buahnya.
Apa pun - siapa pun tak ada yang abadi dalam kehidupan kita. Datang dan pergi, hilang dan kembali, lahir dan mati, beli dan jual, baik dan rusak, silih berganti tak pernah henti, akan dan selalu seperti itu. Berbesar hati itu kata kuncinya, memiliki tanpa memiliki.
Tidak ada yang pasti dari makhluq. Semula benci bisa jadi rindu, pun sebaliknya. Semula kawan bisa jadi lawan, pun sebaliknya. Semula punakawan bisa jadi juragan, pun sebaliknya. Sakmadya atau sekedarnya itu kata kuncinya. Jangan bersandar pada makhluq, bersandarlah pada yang empunya makhluq.
Begitu alami, biasa dan sederhana. Itulah desa. Namun dia begitu luar biasa dalam menyangga kehidupan kota yang sering pongah dan penuh sumpah serapah.
Secara sadar, meminta maaf mestinya langsung padarang yang pernah kita salahi, yang kita curi haknya atau yang tak kita tunaikan haknya; dengan menyebutkan secara rinci dosa kita padanya untuk dimintakan kerelaanya. Hhmmm, berat... sungguh berat, blom mampu kulakukan itu.
Jangan paksa lelaki tuk ceritakan masalahnya, sebab dia lebih suka mencari solusinya sendiri. Jangan juga menawarkan solusi pada perempuan, sebab kebanyakan mereka lebih ingin didengar walau tanpa solusi.
Yang kau lihat, belum tentu seperti yang terlihat. Yang kau rasa, belum tentu seperti aslinya. Apa yang kau baca, belum tentu demikian maknanya.
Allah maha penyebab dari segalanya, Allah maha tidak tergantung pada apapun. Bukan doa yang mengubah takdir, tetapi doa yang diiringi ikhtiar kita, biasanya merupakan pertanda bahwa Allah berkehendak menggerakkan posisi kita dari satu titik takdirNya ke titik takdirNya yang berikutnya.
Kita tidak bisa hidup tanpa Tukang Sampah yang tiap hari menghampiri rumah kita. Hormatilah kehadiran mereka, rasanya sebungkus nasi kompit dan segelas air mineral untuknya bisa melembutkan hati kita.
Kutemui kehidupan orang lain yang kelihatan begitu enak, namun akhirnya selalu kutemukan bahwa hidupkulah yang paling enak, karena inilah anugerah terindah yang kuterima dari tuhanku. Duh Gusti, matur nuwun sangêt sedäyä ingkang Panjênêngan Dalêm paringakên dumatêng kulä.
Sekali pun, kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di hadapan kita walau hanya berjarak satu detik ke depan. Sekali pun, tidak akan pernah bisa kita merencanakan kapan akan tersenyum, kapan akan tertawa, kapan akan menangis, kapan akan gembira, kapan akan celaka, akan akan bahagia dan seterusnya. Maka bersiaplah, karena HIDUP INI PENUH KEJUTAN.
Kadang kita harus mengambil jarak dari diri kita sendiri, agar bisa memandang dengan lebih jernih.
Wolak-waliking jaman.... semua pasti akan bergerak, silih berganti, pasti ada akhirnya sebelum dimulai yang baru.
Andai saat berdoa.. blank... tak ada lain kecuali sang pendoa dan Sang Muara doa, maka itulah tanda-tanda doa diijabah dengan segera dalam realitas wujud. Karena itulah doanya orang yang terzhalimi pasti dikabulkan Allah, sebab dalam posisi kalah segala-galanya terhadap kesewenangan, siapa lagi tempat akhir bergantung ...jika bukan DIA, saat itulah semua tak ada keculai sang pendoa dan SANG PENGIJABAH DOA.
Yang berambut panjang itu mungkin ibumu, yang berambut panjang itu mungkin anak perempuanmu dan mungkin juga itu saudara perempuanmu. Relakah engkau jika mereka diperlakukan seenaknya oleh suaminya ? Para suami, berlemahlembutlah kepada istri kalian.
Jangan meninggalkan seseorang dengan kebencian, sebab itulah tanda-tanda di saat mendatang engkau akan mendapatkan yang kurang lebih sama.
Menapak jalan kesunyian, mengendalikan kapal kesadaran di dahsyatnya gelombang kehidupan. ROBBI YASSIR WALAA TU'ASSIR, ROBBI TAMMIM BIL KHOIR (Ya Tuhanku, mudahkanlah urusan dan jangan Kau persulit, Ya Tuhanku sempurnakanlah kebaikan).
Selalau ada kemungkinan dalam berbagai ketidakmungkinan.
Ojo nggégé mongso. [Allahumma rodhdhini biqodhoika wa barikli fima quddiro hatta laa uhibba ta’jila maa akhorta wa laa ta’khira maa ajjalta (Yaa Allah berilah aku kerelaan atas takdirMU & tambahkanlah kebarokahan atas takdir itu, sehingga aku tidak menyegerakan yang Engkau akhirkan dan tidak pula mengakhirkan yang Engkau segerakan)]
Senyummu... kelembutanmu... permaafanmu... cinta kasihmu... Tlada tanding, tiada banding... YAA RASUL SALAM ALAIKA
Salah satu kebahagiaanku adalah ketika aku bisa menertawakan diriku sendiri.
Sing uwis yo uwis ora usah diéling-éling yen malah marakké larané ati... [hidup selalu baru].
Sederhana itu indah... membuat hidup lebih hidup.
Bertambah bilangan usia, itu pasti. Namun, kematangan jiwa dalam bilangan usia adalah sebuah kesadaran. Maka, perluaslah kesadaran untuk menempa jiwa agar kematangan tidak tertinggal dari bilangan usia.
21 comments
kenapa pengalaman dengan Gus Dur off thercord ?kenapa gak diceritain aja biar kita-kita pada tahu
Sorry Kang, soalnya aku sendiri yang engga enak kalo nyeritain, kalo mo tahu pribadi aja via email.
malem mau tanya maqomnya syeh abdul qodir kediri ?kediri mana
Jl. dhoho tepatnya depan stasiun
Mas tolong pean kirim fotonya gus aladin .putra kyai jalil tulung agung
mas Bagus saya dikirimi pengalaman Gus Dur yg off record ya..Suwun
Dikirim ke mana Cak ?
hehe..ngampunten mas dikirim ke e-mail kulo : dhaniar_hendra@yahoo.com.
suwun kang
pak denbagus,kula nggih nyuwun pengalaman gusdur off the record,
email kula: rionapik@ymail.com
maturnuwun ingkang kathah...
assalamu'alaikum........mas bgus leh tahu pngalaman gusdur yang off the record...sama klo bleh alamat tptx mbah sukri yg dtulungagung.....dkirim ke rusdirusdian@yahoo.com
makasich mas bgus......
wassalau'alaikum........
Ass.Wr.Wb
Mohon Informasi alamat lengkap Kyai Abdul Ghofur Mantenan Blitar, kebetulan rumah saya di blitar. jika diizinkan Alla sy mau silaturrahmi kepada Beliau.
Terima Kasih
Wass.Wr.Wb
Kusuma
Mohon maaf, saya sendiri tepatnya tidak tahu, meski beberapa kali ke sana. Mungkin ada yang bisa bantu ?
Gus minta tolong dikirim foto Yai Mursyid Saladin ya...ini emailku:tagustanto4@gmail.com
Mohon Maaf Beliau tidak mengijinkan.
Jempol tenan.......semoga bermanfaat dunia akhirat blog ini... amin,
@kalisongoInggih matur nuwun rawuhipun, demikian juga Panjenengan dan kiprahnya menJAGA KALI dalam rangka ikut "memayu hayuning bawono".
Mas minta pengalamannya gusdur off the record tlg kirim via email di nanangsup78@yahoo.co.id ya thnkk yyy
Gus ngapunten... nyuwun certa gus dur offtherecord... yahyanurkholis@gmail.com
@AnonymousKok gak bisa ? Apa alamat emailnya sudah benar ?
Apakah mbah sukri masih hidup sampai sekarang? Kalau iya, dimana beliau kini tinggalnya? Saya juga sekalian mau minta ceritanya mbah takim sama gus dur itu.. Tolong dikirim ke nining_santosa@yahoo.co.id
Terima kasih banyak:)
mis minta cerita gus dur of the record tolong kirim ke email saya ya azisfajri33@ymail.com
Post a Comment