Home » , » Tentang DOA

Tentang DOA

Written By BAGUS herwindro on Oct 9, 2008 | October 09, 2008

Syekh Abu al-Abbas al-Mursi adalah seorang Quthub sebagaimana mursyid Beliau yaitu Syekh Abu al-Hasan al-Syadzili. Dalam terjemahan Lathâ’if al-Minan, seluruh isi buku tersebut sangat menarik, sarat makna dan setiap kali dibaca, setiap kali pula ada pemahaman baru yang selalu bisa didapat. Berikut ini saya nukilkan satu bagian kecil tentang doa yang pernah disampaikan oleh Syekh Abu al-Abbas al-Mursi :

[Q.S. 27:62] Siapa yang mengabulkan doa orang yang dalam keadaan membutuhkan ?

Syekh mengatakan bahwa seorang wali selalu dalam keadaan membutuhkan. Ucapan syekh itu menunjukkan bahwa kebanyak­an manusia (yang bukan wali) baru merasa butuh ketika meng­hadapi sebab-sebab tertentu. Ketika sebab itu hilang, hilang pula rasa butuh mereka, karena mereka lebih banyak dipengaruhi oleh segala sesuatu yang bersifat konkret dan terindra.

Seandainya mereka menyaksikan genggaman Allah yang meliputi segala sesuatu, niscaya mereka menyadari bahwa mereka senantiasa membutuhkan Allah. Rasa membutuhkan itu memberinya hakikat kehambaan. Sesungguhnya manusia bersifat mungkin dan segala yang mungkin membutuhkan pertolongan. Seorang hamba senantiasa membutuhkan, di dunia maupun di akhirat. Bahkan, seandainya ia masuk surga, ia tetap membutuhkan Allah. Hanya saja, rasa butuhnya itu tertutupi oleh anugerah Allah. Itulah ketetapan berbagai hakikat yang tidak berubah, baik di alam gaib maupun nyata, baik di dunia maupun di akhirat.

Sifat ilmu adalah menyingkap, apa pun ilmunya dan kapan pun adanya. Sifat kehendak adalah mengkhususkan, apa pun kehendaknya dan kapan pun adanya. Siapa yang cahayanya meluas rasa butuhnya tidak akan tuntas.

Allah menegur kaum yang baru merasa butuh kepada-Nya ketika ada sebab-sebab tertentu. Ketika sebab itu lenyap, mereka tidak lagi merasa butuh.

[Q.S. 17:67] Apabila kalian dihadapkan pada bahaya di lautan, tidak ada lagi yang kalian pinta kecuali Allah. Narnun, ketika Dia menyelamatkan kalian ke daratarn, kalian berpaling.

[Q.S. 10:12] Apabila manusia ditimpa kesulitan, ia berdoa baik dalam keadaan berbaring, duduk, maupun berdiri. Namun, ketika Kami melenyapkan kesulitan itu darinya, ia berjalan seolah-olah tidak pernah berdoa atas kesulitan yang dialaminya. Demikianlah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang mereka lakukan.

[Q.S. 6:63-64] Tanyakanlah, “Siapa yang dapat menyelamatkan kalian dari bencana di darat dan di laut, yang kalian pinta dengan rendah diri dan suara lembut (dengan berkata) : “Jika Dia rnenyelamatkan kami dari bencana ini, tentu kami menjadi orang yang bersyukur”.” Katakanlah, “Allah menyelamatkan kalian dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan. Kemudian kalian kembali mempersekutukan-Nya.”

Dan masih banyak ayat lainnya yang serupa. Ketika akal kebanyakan manusia tidak bisa menggapai anugerah yang diberikan oleh hakikat keberadaan mereka, Allah hadapkan mereka kepada berbagai sebab yang membuat mereka merasa butuh sehingga mereka mengenal keperkasaan rubûniyah-Nya dan keagungan ilâhiyah-Nya.

Allah menetapkan bahwa Dia akan mengabulkan doa siapa pun yang merasa butuh. Itulah salah satu tanda agungnya maqam merasa butuh.

Jika Allah ingin memberikan sesuatu kepada hamba, Dia menganugerahkan perasaan butuh kepadanya. Ketika hamba yang merasa butuh itu meminta, Allah akan memberinya.

Apabila Allah hendak menahan sesuatu untuk seorang hamba, Dia membuatnya tidak merasa butuh kepada Allah sehingga Dia tidak memberinya.

Begitu tegas hujah Allah atas hamba : seandainya kau merasa butuh kepada Kami, pasti Kami memberimu. Karenanya, jangan khawatir tidak diberi jika kau sudah merasa butuh, kemudian kau merninta.

Kau mesti khawatir jika terhalang dari sikap merasa butuh sehingga permintaanmu tertolak. Atau, kau meminta tanpa disertai rasa butuh. Dalam keadaan itu, kau tidak akan diberi.
Share this article :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment








IG
@bagusherwindro

Facebook
https://web.facebook.com/masden.bagus

Fanspage
https://web.facebook.com/BAGUSherwindro

Telegram
@BAGUSherwindro

TelegramChannel
@denBAGUSotre

Path
https://path.com/id/bagusherwindro

bca
No. 389 0454 088
a/n. R Bagus Herwindro SE

mandiri
No. 142 000 4584 099
a/n. R Bagus Herwindro SE

Follow by Email

 
Support : den BAGUS | BAGUS Otre | BAGUS Waelah
Copyright © 2013. den Bagus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger