Dari anak semestinya kita bisa belajar banyak hal. Tawa mereka lepas, senyum mereka tulus, kenakalan mereka spontan, bertengkar dan akurnya silih berganti, perkataan mereka jujur tanpa diatur, mereka polos tanpa oplosan, mereka energik tanpa harus minum obat generik. Akan jadi apa mereka nantinya, kitalah para orang tua yang memolesnya. Karena itu jangan sampai salah dalam mendidik mereka, kitalah para orang tua yang akan pertama kali mereka tiru dan serap sebagai pola pikir mereka dan pola kehidupan mereka yang pada akhirnya kesuksesan mereka dalam menempuh universitas kehidupan tidak hanya skala dunia saja atau akhirat saja melainkan dalam skala kehidupan dunia akhirat.
Karena itu doa utama yang harus kita panjatkan kehadirat Allah untuk anak kita adalah agar anak-anak kita dijadikan hamba-hamba Allah yang sholih, karena di dalam kesholihan yang sejati dan hakiki terkandung segala kebaikan dunia-akhirat. Kesholihan yang sejati dan hakiki berarti pengoptimalan seluruh potensi kehidupan yang dikaruniakan Allah kepada diri kita yang sungguh luar biasa, yang harusnya menjadi cita-cita kita "insan kamil".
Alhamdulillah, diri ini telah Allah berikan karunia yang luar biasa berupa anak-anak yang luar biasa pula : Tara, Alia dan Aji. Dari mereka aku banyak belajar mengenali diriku sendiri, anak-anak yang polos, yang belum tercemari oleh rekayasa akal pikiran dalam mencari pembenaran atas nafsu sebagaimana diriku.
Anak-anak, yang dari mereka aku bisa berlatih untuk meningkatkan keyakinanku akan kekuasaan Allah.
Ya.... segala polah tingkah mereka telah mewarnai hari-hari indahku. Merupakan suatu kebahagiaan yang tak ternilai ketika aku bisa memandikan mereka, menyuapi mereka, mendengarkan cerita-cerita mereka, menyaksikan pertengkaran mereka yang sesaat sekaligus keakraban mereka setelah pertengkaran, pembangkangan mereka atas permintaanku, rayuan atas keinginan mereka dan segala polah mereka yang menggelikan.
Ada kalanya juga aku merasa sangat khawatir akan masa depan mereka, tetapi aku harus beristighfar berkali-kali atas kekhawatiranku tersebut, bukankah Allah telah mempersiapkan segalanya untuk mereka. Allah-lah yang mengadakan mereka - Allah juga yang menjamin mereka. Kewajibanku yang utama adalah memenuhi haknya Allah yaitu berikhtiar dalam membimbing, mendidik, merawat dan menafkahi mereka lahir batin, serta memperiapkan mereka untuk kembali kepada Allah dengan ridho dan diridhoi-Nya.

Yaa Allah jadikan ia hambaMu yang sholihah yang maslahat, manfaat dan barakah dunia akhirat. Karuniakanlah kelak untuknya seorang suami yang sholih dan jadikanlah darinya anak keturunan yang sholih dan sholihah pula sampai akhir jaman kelak. Karuniakanlah pula kepada mereka semua tetapnya iman, terangnya hati, keselamatan dunia-akhirat, ampunanMu dan keridoanMu yaa Allah. Aamiin.

Yaa Allah jadikan ia hambaMu yang sholihah yang maslahat, manfaat dan barakah dunia akhirat. Karuniakanlah kelak untuknya seorang suami yang sholih dan jadikanlah darinya anak keturunan yang sholih dan sholihah pula sampai akhir jaman kelak. Karuniakanlah pula kepada mereka semua tetapnya iman, terangnya hati, keselamatan dunia-akhirat, ampunanMu dan keridoanMu yaa Allah. Aamiin.

Yaa Allah jadikan ia hambaMu yang sholih yang maslahat, manfaat dan barakah dunia akhirat. Karuniakanlah kelak untuknya seorang istri yang sholihah dan jadikanlah darinya anak keturunan yang sholih dan sholihah pula sampai akhir jaman kelak. Karuniakanlah pula kepada mereka semua tetapnya iman, terangnya hati, keselamatan dunia-akhirat, ampunanMu dan keridoanMu yaa Allah. Aamiin.
Alhamdulillah, seluruh anak keturunanku sampai akhir jaman kelak menjadi hamba Allah yang sholih dan sholihah yang jauh lebih baik dariku, dari istriku dan dari generasi sebelumnya. Aamiin