Terengah-engah napas seorang nenek tua di tepi jalan raya yang padat keramaian, buliran peluh mulai menetes dari kening keriputnya. Sambil bertumpu pada tongkat usang di tangan, terlihat kepalanya tengok kiri – tengok kanan seolah terbawa alur laju kendaraan yang tiada hentinya yang dengan pongah meniadakan para pejalan kaki.
Seorang anak muda, melenggang di tepi jalan yang sama, pandangannya mengarah ke nenek tua yang begitu mengiba. Bangkit naluri kepahlawanannya dan dengan semangat 45, tanpa banyak bicara, dengan prinsip sedikit bicara banyak bekerja, digandengnya tangan sang nenek sambil berkata, “Mari nek ikut saya, dijamin aman sampai tujuan.”
Sang nenek dengan sedikit kaget, wajahnya pucat, hendak bicara namun tak mungkin, terpaksa mengikuti langkah kaki sang pemuda heroik itu menyeberang jalan di sela-sela kendaraan yang enggan untuk berbagi kesempatan. Akhirnya dengan selamat mereka berdua sampai di seberang jalan dengan selamat. Sang pemuda heroic tersenyum puas penuh dengan kebanggan telah berbuat kebaikan di siang yang teriknya membakar kulit.
Sang nenek dengan wajah lelah bercampur amarah, seolah siap bersumpah serapah, berkata, “BOCAH GEMBLUNG, KENAPA ENGKAU SEBERANGKAN AKU KE SINI LAGI ????!!!!!! AKU TADI SEDANG ISTIRAHAT SETELAH MENYEBERANG DARI SINI !!!!! HHHHGGGGGGRRRRHHHHHHH !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
lha hikmah e opo e kang?
ReplyDeleteNiat baik bila dilakukan tanpa ilmu, bisa jadi malah salah.
ReplyDeleteSeperti pemuda itu yang berniat baik menyeberangkan sang nenek tanpa tanya dulu, padahal si nenek baru saja menyeberang tetapi kok malah diseberangkan lagi ke asalnya.
gitu yua kang bagus...
ReplyDeletesuwun