Home » » ESENSI atau EKSISTENSI ?

ESENSI atau EKSISTENSI ?

Written By BAGUS herwindro on Aug 6, 2012 | August 06, 2012

Dalam setiap interaksi antar manusia baik sosial, ekonomi, politik, budaya, agama atau apa pun juga tidak bisa tidak, biasanya pasti terjadi perbedaan pandangan, pendapat, pemikiran, strategi, target dan sebagainya. Itu semua memang merupakan konsekuensi logis yang memang harus terjadi karena setiap diri manusia merupakan suatu pribadi yang unik dan tidak mungkin diseragamkan. Semestinya berbagai perbedaan itu bukan masalah dan tidak boleh menjadi masalah. Namun kenyataannya, perbedaan itu sering menjadi masalah yang rumit.

Mengapa kenyataan itu sering terjadi ? Menurut logika sederhana saya, penyebabnya hanya masalah esensi dan eksistensi.

Esensi, merupakan kesejatian, intisari dari tiap dan segala sesuatu dan inilah yang sering dilalaikan atau bahkan sering diacuhkan dan ditiadakan oleh kebanyakan manusia.

Eksistensi, merupakan keberadaan yang diada-adakan yang masih memerlukan pengakuan bahwa itu ada, bahwa itu hebat, unggul dan berbagai makna superior lainnya. Eksistensi inilah yang sangat sering ditampilan oleh manusia.

Manakala manusia tidak lagi “cerdas” untuk mau menemukan esensi dari setiap permasalahan yang ada, namun malah “cerdik” untuk menampilkan eksistensinya masing-masing, maka di situlah berbagai benturan akan terjadi, sebab eksistensi yang satu akan merasa tersaingi, tersisihkan dan terancam oleh eksistensi lainnya.

Sebaliknya, saat manusia “cerdas” dalam menemukan esensi dari setiap permasalahan dengan meredam eksistensinya masing-masing, maka keselarasan dan keharmonisanlah yang akan terjadi.

Silahkan Panjenengan cari sendiri contohnya yang banyak terhampar di hadapan kita semua, mulai level keluarga sampai dengan level negara bahkan dunia.

-----------------

Contoh sederhana.

Sebentar lagi ada peringatan hari kemerdekaan Indonesiaraya dan biasanya ada acara yang disebut sebagai “malam tirakatan”. Apa sih esensinya ?

Sederhana. Temukan esensinya dengan cerdas. Oohh.. esensinya adalah rasa “syukur”, sudah, selesai, sederhana. Jika dalam lingkungan yang akan melaksanakan “malam tirakatan” itu menemukan esensi yang sama maka permasalahannya akan menjadi sederhana, yang penting adalah bagaimana meneguhkan rasa syukur itu kepada Tuhan. Dengan kesadaran itu, setiap orang pasti bisa meredam eksistensinya masing-masing. Bagaimana bentuk acaranya bukan hal yang utama, meski itu harus direncanakan pelaksanaannya. Seperti apa sajian makanan yang dihidangkan, itu juga bukan hal yang utama, meski itu juga harus dipersiapkan. Segala macam hal berkaitan dengan itu pasti bisa berjalan baik, karena setiap orang meredam eksistensinya masing-masing dengan mengedepakan esensi acara itu yaitu meneguhkan rasa syukur kepada Tuhan.

Sebaliknya …

Rumit. Kalau kurang “cerdas” menemukan esensinya, karena dari acara “malam tirakatan” itu ternyata masing-masing orang menemukan bahwa esensinya adalah “makan”. Pasti rumit, sebab masing-masing eksistensi yang terlibat di dalamnya pasti mengutamakan selera dan gaya makannya masing-masing. Makanan apa yang hendak disajikan, bagaimana mempersiapkannya, bagaimana pendanaannya dan bagaimana-bagaimana yang lain. Ruwet bin mbulet. Eksistensinya ingin tampil agar diakui dan terlihat superior.

Jadi… Gitu aja kok repot ?!

-----------------

PemBURU EKSISTENSI pasti akan keHILANGan ESENSI, tetapi TIDAK untuk yang sebaliknya.

Kira-kira begitu.
Share this article :
Comments
1 Comments

1 komentar:

  1. PemBURU EKSISTENSI pasti akan keHILANGan ESENSI, tetapi TIDAK untuk yang sebaliknya.

    Pemburu penulis blog ini pasti juga akan "kehilangan" penulisnya, tetapi tidak untuk yang sebaliknya. ;)

    ReplyDelete








IG
@bagusherwindro

Facebook
https://web.facebook.com/masden.bagus

Fanspage
https://web.facebook.com/BAGUSherwindro

Telegram
@BAGUSherwindro

TelegramChannel
@denBAGUSotre

Path
https://path.com/id/bagusherwindro

bca
No. 389 0454 088
a/n. R Bagus Herwindro SE

mandiri
No. 142 000 4584 099
a/n. R Bagus Herwindro SE

Follow by Email

 
Support : den BAGUS | BAGUS Otre | BAGUS Waelah
Copyright © 2013. den Bagus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger