Home » » Tahun Baru ....

Tahun Baru ....

Written By BAGUS herwindro on Dec 31, 2007 | December 31, 2007

Tahun baru Masehi sebentar lagi menjelang. Banyak di antara kita yang merencanakan berbagai kegiatan akhir tahun sesuai dengan kebiasaannya masing-masing bagai sebuah ritual yang harus dijalani. Tetapi sesungguhnya tanpa ritual apa pun tahun baru pasti terjadi, tidak usah dinanti, bahkan kita tidur pun, tahun baru pasti terjadi. Kalau tidak percaya silakan dicoba !!!

Seminggu terakhir ini, sungguh terasa miris hati ini melihat dan mendengar berita dari seantero negeri. Sungguh sangat memprihatinkan.

Kekerasan masih terjadi di mana-mana – bahkan atas nama kebenaran, atas nama agama, bahkan atas nama Allah. Kita lihat yang terakhir terjadi penyerangan dan pengrusakan (masjid) dari jemaat Ahmadiyah di Parung, Lombok, Bulukumba dan Tasikmalaya yang semua berawal dari Fatwa sesat dari MUI, diikuti dengan keluarnya Surat Keputusan Bersama tentang pelarangan Ahmadiyah trus terjadi pengerahan massa dan penyerangan jemaat Ahmadiyah termasuk merusak milik mereka. Arena PILKADA di Sulawesi Selatan pun memakan korban, kekerasan kembali terjadi akibat tidak adanya kepuasan di antara para CAGUb dan CAWAGUB.

Musibah terjadi seluruh pelosok Indonesia : banjir terjadi di daerah Nias, Padang, sungai Batanghari – Jambi meluap, Muara Baru – Jakarta, Gresik, Lamongan, Malang, Trenggalek, Ngawi, Magetan, Bojonegoro, Ponorogo, Madiun, Solo, , Bantul, Pekalongan, Semarang, Purwodadi; tanah longsor di daerah Karanganyar – Jateng, Banyumas, Wonogiri, Gianyar – Bali; angin kencang / puting beliung di daerah Tulungagung, Banyumas, Kapuas – Kalteng; gempa kembali mengguncang Aceh dengan 5,9 SR; gerbong yang anjlok dan terbakar di daerah Lampung; pesawat Angkatan Laut yang jatuh di perairan Sabang dan mungkin masih banyak yang lain yang belum terdata. Belum lagi lumpur Lapindo yang belum teratasi di Sioarjo. Kerugian material demikian banyaknya, korban jiwa pun tidak sedikit dan biaya sosial yang terjadi setelah adanya bencana.

Siapa yang salah atas semua ini ? Bila dilogikakan, bisa saja diurut faktor penyebab bencana yaitu faktor manusia dan faktor alam itu sendiri. Dari faktor manusia adalah kesalahan dalam mengelola alam yang mungkin sudah sangat berlebihan dan kurangnya antisipasi menghadapi kemungkinan yang bisa diprediksi. Kesalahan itu sendiri bisa terjadi secara sistemik, kolektif maupun sendiri-sendiri. Sedangkan yang dari faktor alam yaitu perubahan cuaca yang sangat ekstrem yang pada akhirnya kembali lagi ke manusianya itu sendiri. Bukankah yang merusak tatanan alam adalah manusia sendiri ? Sehingga jika alam bergolak itu adalah akibat dari sebab yang dilakukan manusia. Manusia sebagai khalifah berarti bahwa secara sunatullah alam semesta ini mengorbit pada manusia atau bisa dikatakan bahwa manusia menjadi pusat/inti gerakan alam semesta. Manusia yang bagaimana yang dikatakan sebagai khalifah ? Ya tentu saja manusia yang selalu patuh dan tunduk (sesuai dengan eksistensi kehambaannya) untuk mengorbit kepada tuhannya yaitu ALLAH. Bukankah dalam salah satu Hadis Qudsi kalau tidak salah Allah berfirman : Bumi dan langit-Ku tidak bisa menampungKu, tetapi hanya hati hambaKu yang beriman yang bisa menampungKu. Hati yang terus thowaf dengan dzikrullah dalam seluruh aspek syariat dan hakikat yang bisa mengikat alam untuk terus bergerak secara selaras. Semakin banyak manusia yang hatinya lepas dari thowaf dzikrullah semakin banyak pula disharmoni alam yang terjadi karena keluar dari orbit, yang berarti semakin banyak dan dahsyat bencana yang akan dituai.

[Q.S. Al Qashash (28) : 77] : Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

[Q.S. Al A'raaf (28) : 56] : Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

Saat ini cukuplah bagi kita untuk menyalahkan diri kita sendiri, cukuplah bagi kita menakar diri kita sendiri, karena masing-masing kita pasti memiliki andil berapa pun prosentasenya dalam menyumbang tingkat akumulasi kegelapan. Kita akui atau tidak, pasti kita lebih banyak lupanya kepada Allah daripada ingatnya karena selama ini mungkin hati kita lebih banyak matinya daripada hidupnya. Yang selalu kita hidupkan adalah akal kita, sehingga ibadah pun sering kita akali / akal-akalan. Ibadah masih kita perdagangkan kepada Allah dengan konsep untung rugi, sehingga kita selalu menuntut imbalan atas ibadah yang kita lakukan. Padahal tanpa diminta pun pasti Allah akan berikan karena itulah yang sudah dijamin untuk kita, tetapi kita lalai dalam hal yang dituntut oleh Allah kepada kita, yaitu ibadah itu sendiri.

Kesungguhanmu mengejar apa yang sudah dijamin oleh Allah dan kelalaianmu melaksanakan apa yang dituntut darimu, adalah bukti rabunnya mata batinmu”. (al-Hikam, Ibnu ‘Athâillâh As-Sakandarî)

Mari untuk tahun baru Masehi 2008 besok kita tidak usah menambah tingkat kegelapan yang sudah terjadi dengan tidak melakukan ritual tahun baru yang tidak ada manfaatnya sama sekali, yang tidak menambah kedekatan kita dengan Allah dan hanya mengumbar hawa nafsu belaka.

Mari kita sama-sama berdoa untuk keluarga kita, anak keturunan kita sampai akhir jaman kelak, untuk seluruh anak negeri dan seluruh generasi negeri ini di masa mendatang semoga Allah senantiasa memberikan tetapnya iman, terangnya hati, keselamatan dunia-akhirat, ampunan-Nya serta keridhoan-Nya. Aamiin. (doa yang diajarkan Syeikh Abdul Jalil Mustaqim, PETA – Tulungagung).

ROBBANAA ZHOLAMNAA ANFUSANAA WA ILLAM TAGHFIRLANAA WA TARHAMNAA LANAKUUNANNA MINAL KHOSIRIIN.

Share this article :
Comments
1 Comments

1 komentar:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

IG
@bagusherwindro

Facebook
https://web.facebook.com/masden.bagus

Fanspage
https://web.facebook.com/BAGUSherwindro

Telegram
@BAGUSherwindro

TelegramChannel
@denBAGUSotre

 
Support : den BAGUS | BAGUS Otre | BAGUS Waelah
Copyright © 2013. den Bagus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger