Home » » Rasia Software

Rasia Software

Written By BAGUS herwindro on Dec 28, 2007 | December 28, 2007

Enak memang rasanya pake sofware bajakan, engga perlu bayar mahal untuk begitu banyak manfaat yang kita dapatkan. Apalagi software itu sangat familiar dengan kita, soalnya sudah bertahun-tahun makenya. Mo buat dokumen kantor tinggal pake Ms. Word, mo buat hitungan statistik, keuangan atau lapora proyek tinggal pake Ms. Excel. Mo buat presentasi tinggal pake Power Point. Mo buat desain tinggal pake Corel Draw. Mo digital Imaging tingal pake Photoshop. Mo pake untuk keperluan apa aja tinggal pilih software yang tersedia. [Bagiku sih EGP – emang gue pikirin – softwarenya bajakan apa engga, soalnya yang buat itu software kan orang Amrik, jadi biarin aja. Mereka kan lebih banyak zhalimnya ya dalam segala hal ? Eh... tapi pake sofware bajakan zhalim juga ya.... ? he... he...] Lha kalo dari dulu dah dilarang, kapan kita bisa maju. Mo beli komputernya aja masih sangat berat, apalagi beli sofware aslinya yang harganya jutaan itu ?

Akhirnya setelah ada UU HAKI (hak atas kekayaan intelektual) 3 tahun belakangan ini gencar adanya rasia software bajakan oleh aparat penegak hukum – POLRI. Smoga rasia yang dilakukan benar-benar untuk penegakan hukum. SALUT !!! Soalnya banyak cerita riil (temanku juga ngalamin), bahwa rasia yang dilakukan cuman untuk nambah dana operasional plus masuk kantong pribadi, dalam arti kata bahwa setelah ada pelaku trus di-verbal (dibuatkan berita acara pemeriksaan – padahal software yang buat ngetik BAP juga belum tentu orisinal), di situlah terjadi tawar-menawar yang bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta tergantung kasusnya. Memang pelaku dikondisikan untuk mengajukan penawaran damai terlebih dahulu. (maaf pak polisi, bukan berarti semua begitu, tetapi sebagian besar). Cuman berapa persen sih yang berlanjut ke pengadilan sampai ada penetapan status hukum resmi.

Makanya saya punya saran kepada yang terhormat Bapak/Ibu Polisi yang mo ngadain rasia software, biar pelaku yang terjaring bisa signifikan terhadap penegakan hukum yang dimaksud dan bisa menjadi suatu contoh bagi seluruh rakyat Indonesia di mana Bapak/Ibu Polisi mengabdikan diri :

1. Mohon rasia dilakukan terlebih dahulu di lingkungan internal kepolisian mulai dari kantor MABES POLRI (pasti sangat banyak kan jumlah komputer yang dipakai ?), kantor POLDA, POLWIL, POLRES hingga POLSEK di seluruh pelosok Indonesia. Saya yakin pasti banyak yang terjaring rasia, coba bayangkan berapa dana yang dibutuhkan untuk pengadaan software orisinil paling tidak windows sama office-nya aja, untuk seluruh kantor polisi di seluruh pelosok Indonesia yang memakai komputer. Untuk pake software open source juga rasanya SDM Polisi belum memenuhi untuk cepat beralih ke software open source. Rasia harus dilakukan secara transparan agar masyarakat mengetahui dan yang terpenting adalah tindak lanjut setelah rasia, apakah juga dikenai proses hukum dan sanksi hukumnya, sehinga semestinya untuk masyarakat biasa pun sama standar penerapannya.

2. Setelah internal kepolisian, mohon yang dirasia adalah kantor pemerintahan mulai Istana Presiden, kantor Gubernur, kantor Bupati/Walikota, kantor Kecamatan sampai kantor Kelurahan di seluruh pelosok Indonesia Raya.

3. Setelah itu baru seluruh kantor Departemen sampai Dinas di seluruh pelosok Indonesia.

4. Jangan lupa juga merasia seluruh kantor legislatif di seluruh Indonesia, khususnya rasia juga laptopnya yang terhormat anggota DPR/MPR.

5. Kalo dari militer siapa yang ngerasia ?

6. Jangan ketinggalan pula rasia seluruh kantor yudikatif di seluruh pelosok Indonesia, mulai MA, PT, PN termasuk lembaga baru KPK.

7. Kantor BPK jangan lupa juga ya...

8. Nah kalo aparat militer, kepolisian, pemerintahan, wakil rakyat dan seluruh penyelenggaran republik ini telah benar-benar melaksanakan penegakan hukum khususnya dalam hal HAKI, baru terapkan juga pada masyarakat umum, pasti akan berjalan lancar.

Sekali lagi Pak Polisi, bagaimana mau merasia – melakukan penegakan hukum tentang HAKI (dalam hal ini software bajakan) kalo internal kepolisian sendiri masih melakukan hal yang serupa. Komputer yang dipakai ngetik BAP, sudah asli blom ???!!!!


Share this article :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment








IG
@bagusherwindro

Facebook
https://web.facebook.com/masden.bagus

Fanspage
https://web.facebook.com/BAGUSherwindro

Telegram
@BAGUSherwindro

TelegramChannel
@denBAGUSotre

Path
https://path.com/id/bagusherwindro

bca
No. 389 0454 088
a/n. R Bagus Herwindro SE

mandiri
No. 142 000 4584 099
a/n. R Bagus Herwindro SE

Follow by Email

 
Support : den BAGUS | BAGUS Otre | BAGUS Waelah
Copyright © 2013. den Bagus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger