BERJALAN

Written By BAGUS herwindro on Jan 3, 2016 | January 03, 2016

Sampai titik ini, saat ini, di sini, dalam kondisi seperti ini, ya… saat saya mengetikkan teks-teks ini, rasanya tak ada yang lebih pantas dilakukan kecuali bersyukur kepadaNya, Gusti Allah, atas segala nikmatnya yang luar biasa, seluruh saham kehidupan dariNya telah diterimakan kepada diri saya, sedang dicurahkan dan pasti akan selalu dilimpahkan.

Meski nantinya saat ruang dan waktu telah berakhir bagi diri saya, kehidupan yang pernah saya jalani pasti akan terasa begitu singkatnya karena kesia-siaan yang selalu saya lakukan, namun saat ini, saat masih menjalani kehidupan ini di dunia nyata, sering terasa begitu lamanya.

Terus berjalan dan berjalan entah sampai kapan. Yang saya lakukan adalah berjalan, namun yang saya rasakan adalah saya diperjalankan.

Entah benar atau tidak, rasanya sampai usia yang kesekian ini saya tidak pernah merencanakan apa pun dalam hidup saya, tidak seperti yang dikatakan para trainer di seminar-seminar atau pun workshop motivasi yang katanya harus punya planning hingga detailnya. Sewaktu sekolah dulu, juga gak punya rencana mau neruskan ke mana atau kemana. Saat sekolah pun tak pernah berangan-angan untuk bekerja di mana atau di mana. Tak pernah juga berencana akan menikah dengan siapa yang bagaimana, punya anak berapa dan bagaimana menjalani hidup.

Semua mengalir saja, terlempar dari suatu situasi ke situasi yang lain. Menghadapi situasi yang ada, mengolahnya dan keluar dari situasi itu untuk kembali lagi terlempar di situasi yang lain yang berikutnya. Sering sekali mengalami saat-saat injury time dan Alhamdulillah  ndilalah kersaning Allah selalu selamat selalau lolos dari saringan.

Saya pernah sakit agak lama, Alhamdulillah sembuh. Saya pernah kecelakaan, Alhamdulillah sembuh juga. Saya pernah gak ada kerjaan, Alhamdulillah punya kerjaan. Saya pernah gak pegang uang sedang ada kebutuhan yang mendesak, Alhamdulillah dapat rejeki tak terduga dan ini berkali-kali. Saya pernah gak gajian, Alhamdulillah tiba-tiba dapat rejeki nomplok.  Pas butuh, pas ada dan susuk, bagaimana gak Alhamdulillah, Gusti Allah itu memang te o pe, TOP.

Rejeki itu menurut saya, tidaklah melulu bersifat materi atau berbentuk uang, namun segala hal yang memberdayakan adalah rejeki. Badan sehat adalah rejeki, keluarga yang harmonis adalah rejeki, istri yang sabar dan pengertian adalah rejeki, tetangga yang baik adalah rejeki, teman yang perhatian adalah rejeki dan sebagainya.

Maka kalau saya hitung-hitung, rasanya lebih banyak rejeki yang tak masuk akal yang saya terima dibanding rejeki yang masuk akal. Makanya, saya males mikir kalau ada ap-apa, lebih baik gak usah mikir, pasrah saja, biar terkaget-kaget akan keajaiban pertolongan dan jalan keluar dariNya, Gusti Allah. Dikatakan ajaib karena tidak masuk akal, maka mereka yang selalu mengandalkan logika, menunutut segala sesuatu harus masuk logikanya, biasanya mereka ini tidak pernah mengalami keajaiban dalam hidupnya. Bagaimana kasih saying dan kekuasan Tuhan yang tak terbats mau dinalar oleh pikirannya yang sangat terbatas ? Ya gak mungkinlah… Tetapi itu terserah pilihan masing-masing orang sih, mau belajar gak mikir atau mau mikir terus, monggo kerso.

--------------------

2016

Yang jelas, sebagaimana dalam peringatan apa pun, seperti pula dalam perayaan apa pun, yang diperingati dan atau dirayakan adalah momen yang telah berlalu atau momen yang akan menjadi tonggak perjalanan berikutnya.

Kalau agak puitis sedikit, meski sudah basi, detik berganti detik, hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan dan tahun pun berganti tahun.

Dari 2015 menjadi 2016, angka tahun semakin bertambah bilangannya berarti pula dunia semakin menua dan pastinya semakin menuju kehancurannya. Usia kita pun demikian adanya, semakin bertambah, namun juga semakin mendekati titik akhir kehidupan kita.

Sampai titik ini pula ternyata saya tak juga menentukan tujuan hakiki kehidupan saya. Saya merasa masih seringnya terpesona oleh gebyarnya dunia yang warna-warni. Saya masih sering mengidamkan nikmatnya berbagai ragam makanan dan minuman di lidah saya. Saya masih tergiur oleh berbagai gaya hidup yang dibombardirkan terus menerus hingga bahkan tampil di layar hp saya. Saya masih sangat menginginkan kemewahan hidup yang memuaskan hasrat diri saya. Saya masih sangat sering tergoda oleh kecantikan wanita dan kenikmatan ragawi darinya. Saya masih sering mengkhayalkan kehidupan tanpa beban, tanpa penderitaan, tanpa kesulitan dan tanpa tanggung jawab. Masih banyak masih-masih yang lain.

Itu saya. Namun saya yakin Panjenengan semua tidak ! [maksud saya tidak beda dengan saya he… he… he…]

Saya rasakan masih-masih saya seperti di atas dan ketika flashback ternyata tanpa saya sadari hal-hal itulah yang secara samar menjadi tujuan saya selama ini yang butuh pemuasan. Maka pantaslah kalau yang ada malah berbagai penderitaan, kekhawatiran dan rasa takut yang mengeruhkan jiwa. Hati terdegradasi pada tataran tanah sehingga takut oleh penderitaan, oleh rasa sakit, oleh kemelaratan dan juga oleh kematian.

Bagaimana tidak kehabisan energi kalau energi terarahkan pada banyak tujuan ? Bagimana bisa istiqomah saat diri ini mengijinkan tergoda oleh berbagai rayuan ? Bagiaman jiwa yang sejati ini bisa kembali kepadaNya, Gusti Allah, dengan ridho dan diridhoi saat jiwa-jiwa lain dari diri saya yang penuh nafsu dan keinginan menyelubungi atau menjadi hijab antara jiwa sejati saya dengan Gusti Allah ?
Duh Gusti nyuwun ngapuro.

--------------------

Lêlaku

Nyatanya masih disuruh belajar lagi, membaca, membaca dan membaca lagi dengan namaNya, Allah. Disuruh olehNya mengenalNya, diperintahkan olehNya mengabdi dan disuruh kembali padaNya dengan ridho dan diridhoi.

Bismillah, mengkristalkan kembali tujuan hidup ini untukNya, Inilah lelaku atau proses di waktu yang tersisa.

Lelaku atau prosesnya adalah mlaku atau berjalan melalui berbagai jalan dengan satu tujuan Allah. Agar sampai pada tujuan maka yang dilakukan pada prosesnya adalah mlaku atau berjalan dan bukan mlaku-mlaku atau berjalan-jalan.

Mlaku itu tauhid dalam arti fokus pada tujuan, sedangkan mlaku-mlaku itu lebih sering berhenti karena tergoda oleh berbagai hal yang ada di sepanjang perjalanan. Bisa terganggu karena bertemu teman dan akhirnya nongkrong, bisa juga haus dan mampir untuk beli minum dan sebagainya dan seterusnya.

Mlaku ing lêlaku nanging ora mlaku-mlaku. Kuwi !

Berjalan dalam proses namun bukan berjalan-jalan. Itu.

Keluarga itu jalan, berkeluarga itu proses berjalan menuju tujuan, yaitu Gusti Allah.
Kerja itu jalan, bekerja itu proses berjalan menuju tujuan, yaitu Gusti Allah.
Sekolah itu jalan, bersekolah itu proses berjalan menuju tujuan, yaitu Gusti Allah.
Usaha itu jalan, berusaha itu proses berjalan menuju tujuan, yaitu Gusti Allah.
Taqwa itu jalan, bertaqwa itu proses berjalan menuju tujuan, yaitu Gusti Allah.
Puasa itu jalan, berpuasa itu proses berjalan menuju tujuan, yaitu Gusti Allah.

Dan seterusnya dan sebagainya.

Terserah Gusti Allah saja hendak memberi apa di sepanjang waktu berjalan atau di akhir berjalan nanti, karena itu memang wilayahNya, sedangkan saya dan Panjenengan semua fokus di berjalan itu sendiri. Berjalan saja di jalan kita, gak usah berjalan-jalan di wilayahNya.

Rasanya saya harus menelusuri lagi apa pun yang pernah saya lalui, pokoknya berjalan saja, menghadapi apa saja dan menyambut apa saja dengan fokus di satu tujuan. Meskipun secara kasat mata saya berjalan, namun di balik itu sejatinya sayalah yang sedang diperjalankan dan dengan demikian #semoga Gusti Allah selalau memperjalankan saya sehingga memiliki kemampuan berimprovisasi atau mengelola atau mengkholifahi apa pun yang ada di perjalanan saya sehingga menjadi situasi perjalanan yang memberdayakan, membahagiakan dan penuh keberlimpahan dan  juga keberkahan. Semoga selamat sampai di tujuan dengan ridho dan diridhoi.#

#Semoga demikian juga untuk Panjenengan semua dengan lebih berlipat.

#Terserah Gusti Allah saja, saya manut.
Share this article :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment








IG
@bagusherwindro

Facebook
https://web.facebook.com/masden.bagus

Fanspage
https://web.facebook.com/BAGUSherwindro

Telegram
@BAGUSherwindro

TelegramChannel
@denBAGUSotre

Path
https://path.com/id/bagusherwindro

bca
No. 389 0454 088
a/n. R Bagus Herwindro SE

mandiri
No. 142 000 4584 099
a/n. R Bagus Herwindro SE

Follow by Email

 
Support : den BAGUS | BAGUS Otre | BAGUS Waelah
Copyright © 2013. den Bagus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger