Telapak KAKI

Written By BAGUS herwindro on Nov 2, 2013 | November 02, 2013

"SURGA ITU DI BAWAH TELAPAK KAKI IBU !!!!”, teriak seorang ibu kepada anaknya, dengan ekspresi kemarahan yang sangat, matanya melotot, seluruh otot tubuhnya mengencang dan napasnya pun tersengal. Betapa ngerinya…. Ah… tapi itu hanya adegan sinetron kok, namun demikian adegan tersebut sesungguhnya [bagi saya] lagi-lagi memuat sebuah hikmah tentang sebuah esensi di balik sebuah eksistensi.

Sederhana saja, dalam konteks kalimat sebagaimana di atas, IBU merupakan sebuah eksistensi bagi seorang manusia, perempuan dan memiliki anak. Surga adalah kemuliaan, maka seorang ibu yang di bawah kakinya ada surga berarti bahwa esensi dari ibu adalah kemuliaan itu sendiri, mulia dan memuliakan. Itu berat, karena tidak ada pilihan lain bagi seorang ibu kecuali hanya menunjukkan, menyediakan dan membimbing anak-anaknya ke jalan surga, ke jalan keridhoannya Gusti  Allah.

Sama seperti dawuhnya Kanjeng Nabi : “Seandainya aku diperbolehkan untuk memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada selain Allah, sungguh akan kuperintahkan wanita untuk bersujud kepada suaminya.”

Maka dalam konteks kalimat itu, SUAMI adalah eksistensi bagi seorang manusia, laki-laki dan memiliki istri. Esensinya adalah bagaimana suami itu memang layak di”sujud”i dengan menunjukkan, menyediakan dan membimbing istrinya pada jalan sujud yang sejati kepada Gusti Allah.

Dari kedua contoh eksistensi dan esensinya sebagaimana di atas, saya kira bisa menjadi sarana bercermin tentang eksistensi sekaligus esensi dari diri kita masing-masing dan laku atau pengejawantahanannya atau aplikasinya sesuai predikat yang melekat pada diri kita dalam berbagai peran kita dalam lingkup agama, sosial kemasyarakatan, ekonomi, budaya, politik, pemerintahan, negara dan yang lainnya. Sudahkah diri kita masing-masing selalu “eling” atau menyadari esensi yang kita sandang di balik eksistensi kita ?

KENYATAANNYA, di saat kepentingan [nafsu] seseorang [terutama diri saya sendiri] dianggap ada yang mengganggu sehingga tidak terpenuhi maka biasanya seseorang itu akan bereaksi dengan menonjolkan eksistensinya tanpa ingat sedikitpun akan esensi yang diembannya, bahkan lebih parah lagi esensi yang diembannya itu dijadikan alibi untuk memperkuat eksistensinya dalam rangka memuaskan kehendak [nafsu] pribadinya.

“SAYA INI TENTARA, PENJAGA STABILITAS NEGARA”. He… he… he… tentara itu kan semestinya melindungi rakyat kecil yang uangnya pun kecil [recehan], kok malah hanya tunduk pada perintah RAKYAT BESAR yang punya uang besar. Seharusnya melindungi kok malah menakut-takuti.

“SAYA INI POLISI…” | “SAYA INI GURU…” | SAYA INI ANGGOTA DEWAN… “ | “SAYA INI KEPALA KELUARGA…” | “SAYA INI USTADZ…”

Ruwet memang urusannya kalau sudah ketemu dengan yang namanya SAYA INI, apalagi kalau ditambahi LHO, “saya ini anu lho !!!”

LEBIH ruwet lagi kalau ketemu dengan yang lupa pada dirinya sendiri he… he… he… : “Kamu ndak tahu, siapa saya ?!”

Ah… ya sudahlah yang mau begitu ya monggo, mumpung masih punya eksistensi sebelum jatah ruang dan waktu bagi eksistensinya habis dan lebur kembali ke ketiadaan.

Yang mengejar eksistensi, selalu kehilangan esensi.

Semoga Panjenengan dan saya selalu dielingkan untuk tetap merelakan diri mengabdi sesuai esensi yang dimanahkan kepada diri Panjenengan dan saya.

Kira-kira begitu.



Catatan :
Karena ada yang membo-membo seakan saya, mohon maaf agak narsis [bukan] sedikit alias banyak, bahwa penulis blog ini bisa ditemui di akun FB : masden.bagus [Bagus Otre] dan denmas.bagus [Raden Bagus Herwindro].
Share this article :
Comments
3 Comments

3 komentar:

  1. kang Bagus, boleh mintak nomor hpnya lg gak ?
    soalnya yg dulu hilang.
    makasih.
    say kenz

    ReplyDelete








IG
@bagusherwindro

Facebook
https://web.facebook.com/masden.bagus

Fanspage
https://web.facebook.com/BAGUSherwindro

Telegram
@BAGUSherwindro

TelegramChannel
@denBAGUSotre

Path
https://path.com/id/bagusherwindro

bca
No. 389 0454 088
a/n. R Bagus Herwindro SE

mandiri
No. 142 000 4584 099
a/n. R Bagus Herwindro SE

Follow by Email

 
Support : den BAGUS | BAGUS Otre | BAGUS Waelah
Copyright © 2013. den Bagus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger